KKP Proyeksikan Boyolali Jadi Pusat Penghasil Lele di Jateng

KKP Proyeksikan Boyolali Jadi Pusat Penghasil Lele di Jateng

sls - detikFinance
Jumat, 02 Jan 2026 15:09 WIB
KKP Proyeksikan Boyolali Jadi Pusat Penghasil Lele di Jateng
Foto: KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan pemerintah daerah memproyeksikan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah menjadi sentra produsen ikan lele dalam dua sampai tiga tahun mendatang.

Dalam peninjauan lokasi budidaya tematik ikan lele sistem bioflok di Kecamatan Wonosamodro, kemarin, Trenggono menyebutkan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengimplementasikan program budidaya tematik bioflok lele di tiga kecamatan dirancang untuk mendukung produktivitas kampung budidaya lele yang sudah lebih dulu berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan dukung Pemda Boyolali sehingga nanti di banyak desa yang kami kembangkan untuk kegiatan budidaya lele, sehingga ujungnya menjadikan Boyolali sebagai daerah penghasil protein dari ikan lele yang cukup kuat," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Jumat, (2/1/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, di tahun 2025 KKP mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik untuk komoditas lele dan nila. Implementasi program ini menyebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DIY yang pengelolaannya diserahkan ke pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Lebih lanjut, Trenggono menerangkan Selain di Kecamatan Wonosamodro, budidaya tematik bioflok juga berjalan di Kecamatan Sambi dan Kecamatan Andong. KKP menyiapkan 24 kolam bioflok di setiap lokasi lengkap dengan 60 ribu ekor benih dan pakan, serta sarana prasarana pendukung produksi, seperti mesin aerasi, vitamin ikan, hingga genset.

Seluruh bantuan budidaya perikanan tematik tersebut dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai unit usaha. Targetnya dari setiap lokasi menghasilkan 5 ton ikan lele dengan waktu produksi sekitar 2-3 bulan.

"Program ini selain untuk menggerakkan ekonomi di desa, juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat. Karena ikan lele ini proteinnya cukup tinggi. Ini juga salah satunya untuk mendukung program MBG," tambah Trenggono.

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan memaparkan produksi ikan lele di Kabupaten Boyolali lebih dari 30 ribu ton per tahun. Hasil produksi ini kemudian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, serta diperdagangkan keluar kabupaten.

Lebih lanjut, sebagaimana sebutuhan pasar lokal sendiri diprediksi terus meningkat seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang per kecamatannya membutuhkan lebih dari 3.000 porsi makanan setiap hari untuk pelajar.

Implementasi tiga program budidaya tematik lele menurutnya semakin memperkuat posisi Boyolali sebagai daerah penghasil lele sebab daerah ini juga memiliki kampung budidaya lele di Kecamatan Sawit yang selama ini dikenal menghasilkan lele berkualitas.

"Dari kedinasan kami, akan turun mengawal dan akan ada pendampingan-pendampingan, sehingga hasil panen bisa maksimal untuk mencapai target sentra lele. Selain itu hasil produksi untuk menyuplai SPPG yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga perputaran ekonomi diharapkan ekonomi bisa kuat di tingkat desa," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Warga Lampung Selatan Tabur Lele di Jalan Rusak':

(kkp/sls)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads