Kinerja Solid di 2025, CIMB Niaga Catat Laba Sebelum Pajak Rp 8,8 T

Kinerja Solid di 2025, CIMB Niaga Catat Laba Sebelum Pajak Rp 8,8 T

sls - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 13:10 WIB
Kinerja Solid di 2025, CIMB Niaga Catat Laba Sebelum Pajak Rp 8,8 T
Foto: dok. CIMB Niaga
Jakarta -

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga atau BNGA) merilis laporan keuangan tahun 2025 dengan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp 8,8 triliun. Kinerja tersebut menghasilkan earnings per share (EPS) Rp 273,53 dan disebut memperkuat laju pertumbuhan bisnis bank.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyampaikan kinerja tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa dan kesehatan fundamental bisnis Bank. Sepanjang tahun tersebut, CIMB Niaga berhasil memperkuat likuiditas dan permodalan, sehingga menjadi dasar bagi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus pemberian nilai jangka panjang.

Menurutnya, kerangka manajemen risiko tetap terjaga dengan baik, tercermin dari kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada akhirnya, perolehan return on equity (ROE) sebesar 13,0% menunjukkan kapasitas Bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid," kata Lani dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ia menuturkan, pada tahun 2026 CIMB Niaga akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang hati-hati, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya secara disiplin.

ADVERTISEMENT

Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, pihaknya optimis dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, termasuk nasabah dan masyarakat luas.

"Komitmen ini juga mencerminkan purpose kami 'Advancing Customers and Society', di mana CIMB Niaga berkomitmen membantu nasabah serta masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya," ujar Lani menambahkan.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, CIMB Niaga mencatat capital adequacy ratio (CAR) 24,8% dan loan to deposit ratio (LDR) 86,8%. Total aset konsolidasian per 31 Desember 2025 mencapai Rp 372,7 triliun, memperkuat posisi perseroan sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dana pihak ketiga (DPK) naik menjadi Rp 270,5 triliun atau tumbuh 3,8% (yoy), ditopang kenaikan dana murah (CASA) 10,1% (yoy) menjadi Rp 189,5 triliun. Rasio CASA tercatat 70,0%, sejalan dengan upaya bank mempererat hubungan nasabah dan meningkatkan pengalaman layanan, terutama melalui kanal digital.

Di sisi penyaluran, total kredit/pembiayaan meningkat 4,5% (yoy) menjadi Rp 238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen korporat 6,7% (yoy), disusul konsumer 3,4% dan UKM 2,0%, dengan kredit pemilikan mobil (KPM) naik 10,1% (yoy) sebagai penopang utama di ritel.

Per 31 Desember 2025, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp 55,7 triliun dengan DPK Rp 50,3 triliun. Penguatan pendanaan dilakukan melalui pengembangan jaringan komunitas dan kemitraan strategis sesuai prinsip syariah untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Menguatkan Ekosistem Keuangan Digital yang Terintegrasi

Adopsi layanan digital CIMB Niaga juga terus meningkat sepanjang 2025. Bank mencatat 91,6% transaksi keuangan nasabah terjadi lewat kanal digital, termasuk OCTO (aplikasi dan website), BizChannel@CIMB, ATM, serta OCTOPay.

CIMB Niaga mengembangkan konsep Digital Branch dan Digital Hub untuk mengintegrasikan layanan fisik dan digital. Fasilitas ini menggabungkan layanan mandiri dengan bantuan personal, mencakup pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pembaruan data nasabah dalam sekitar lima menit; hingga akhir 2025 tersedia 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub.

Sementara itu, OCTO tetap menjadi platform utama untuk transaksi dan pengelolaan finansial harian, mulai dari transfer, pembayaran QRIS dan tagihan, hingga layanan pinjaman, asuransi, dan investasi.

Pada 2025, bank menyatukan OCTO Mobile dan OCTO Clicks dalam satu ekosistem dengan satu user ID, serta menambahkan fitur OCTO Call dan OCTO WhatsApp di aplikasi.

Bank turut meluncurkan OCTO Savers Payroll untuk nasabah payroll, termasuk akses pembiayaan digital OCTO Loan hingga Rp10 juta, serta fitur investasi #GetWealthSoon untuk emas, reksa dana, dan obligasi.

Transaksi finansial melalui OCTO (aplikasi dan website) naik 48% pada 2025, didukung jaringan 394 cabang (termasuk 31 Digital Lounge), 2.786 ATM, dan 707.256 EDC/QR/e-Commerce.

Komitmen Pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pada 2025, CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau 25% dari total, didorong ekspansi ke energi terbarukan, UMKM, serta pertumbuhan sustainability-linked loan. Per Desember 2025, 70% portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.

Efisiensi energi operasional dilakukan melalui pemasangan panel surya di dua kantor, modernisasi peralatan, serta pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (REC). Langkah ini mendukung penurunan emisi GRK Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% dari baseline 2019, sekaligus pemantauan target dekarbonisasi interim di enam sektor beremisi tinggi bersama CIMB Group.

Dari sisi dampak sosial, CIMB Niaga menjalankan program TJSL melalui empat pilar: pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan.

Pada 2025, program ini menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di bidang pendidikan, mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat lewat #CegahStunting bersama UNICEF, memberdayakan hampir 1.000 UMKM, serta menanam lebih dari 115.000 pohon bambu.

"Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilient," tambah Lani.

Penghargaan

Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, CIMB Niaga juga mencatat sejumlah penghargaan di berbagai bidang, mulai dari layanan dan pengalaman nasabah, inovasi digital, hingga praktik keberlanjutan.

Beberapa di antaranya adalah Indonesia Digital Innovation Awards 2025 untuk kategori modernisasi layanan perbankan melalui inisiatif digital, Digital Sustainability Award 2025, IDX Channel Anugerah ESG 2025 untuk implementasi strategi ESG, serta penghargaan terkait transparansi penurunan emisi.

Dari sisi layanan dan produk, CIMB Niaga turut meraih pengakuan dalam ajang Infobank Banking Service Excellence/SLE 2025, Top Brand Awards 2025 untuk OCTO Savers Jr, serta penghargaan internasional seperti The Asset Triple A untuk solusi pembayaran dan koleksi maupun pembiayaan hijau.

Selain deretan penghargaan tersebut, CIMB Niaga juga mencatat puluhan apresiasi lain sepanjang 2025 dari berbagai lembaga dan ajang nasional maupun internasional, mencakup aspek layanan, inovasi digital, tata kelola, komunikasi, hingga program keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian pengakuan ini disebut memperkuat komitmen bank dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

(cimb niaga/sls)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads