- Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu
Transaksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan pun, cukup dengan menyediakan Laptop/PC/PDA/Smartphone yang terhubung dengan koneksi internet. - Spread Rendah
Spread yang dikenakan dalam transaksi sangat rendah, tidak lebih dari Rp.200 ($0.5/oz). - Fleksibilitas
Kita bisa melakukan transaksi beli atau jual emas dengan cepat, sesuai dengan kondisi pasar. - Keleluasaan untuk menjual
Dalam transaksi online, posisi jual bisa dilakukan jika harga turun. Investor bisa menjual emas tanpa harus membelinya terlebih dahulu. - Tidak ada biaya penyimpanan
Transaksi online tidak memerlukan biaya penyimpanan karena yang ditransaksikan adalah suatu kontrak, bukan fisik. - Modal lebih kecil
Modal yang dibutuhkan untuk transaksi online lebih kecil karena menggunakan sistem leverage. - Harga transparan
Pergerakan harga sangat transparan karena mengacu pada harga internasional. - Pilihan Masa transaksi: Jangka Pendek atau Jangka Panjang
Transaksi online dua pilihan, yaitu transaksi untuk jangka pendek atau jangka panjang. Dengan demikian investor bisa menentukan masa transaksi sesuai karakter dan kepentingannya.
- Harga emas berbanding terbalik dengan kurs USD
Jika nilai tukar dollar AS menguat, maka harga emas akan melemah dan begitu pula sebaliknya. Adapun simbol internasional bagi emas adalah XAU/USD. - Emas adalah ‘safe haven’
Dalam situasi yang tidak pasti atau terjadi krisis, baik di sektor keuangan maupun politik, emas akan makin diminati karena harganya stabil. - Pembelian emas oleh bank sentral dunia
Untuk kali pertama dalam 21 tahun terakhir, bank sentral berbagai negara mengumpulkan cadangan aset berupa emas. Informasi mengenai pembelian emas oleh bank sentral akan mendorong naik harga emas. - Anti Inflasi
Emas adalah investasi anti inflasi. Berbeda dengan mata uang yang nilainya turun jika inflasi naik, harga emas justru mengikuti kenaikan inflasi. Bahkan harga emas cenderung naik lebih tinggi dibanding kenaikan angka inflasi. - Buy on Dips
Jika harga sudah mengalami kenaikan cukup tinggi, biasanya akan terjadi pelemahan (koreksi) sesaat sebelum kembali naik mengikuti tren. Pelemahan ini bisa dimanfaatkan untuk membeli kembali atau sering disebut dengan pembelian di harga rendah (buy on dips).
Johannes Ginting
Head of Education Monex
License no.652/Bappebti/SI/IV/2005
(adv/adv)











































