Titik start dan finish berada persis di depan Mall @ Alam Sutera. Keunikan Lantern Night Run terletak pada seremoni pelepasan sekitar 3.000 lampion yang dilakukan oleh peserta lari. Selain medali, setiap finisher mendapatkan satu buah lampion untuk diterbangkan. Bersama teman atau anggota keluarga, finisher bahu membahu menyalakan lampion satu per satu. Peserta juga bisa menuliskan harapannya di lampion tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang inovatif seperti Lantern Night Run ini. Sebagai warga Tangerang, kita harus bangga karena acara seperti ini membuktikan bahwa kota kita bisa dinikmati seluruh masyarakat Jabodetabek. Pemkot Tangerang sendiri punya program liveable, visitable, investable & e-city. Saya senang program kita didukung oleh pengembang termasuk Alam Sutera,” ujar Walikota Tangerang – Arief R. Wismansyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada Culinary Fest yang menghadirkan booth-booth hidangan dari Indonesia, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand dan Jepang. Juga ada Culture Fest yang menghibur pengunjung dengan penampilan Barongsai, Reog Ponorogo serta tarian tradisional Indonesia lainnya. Di malam hari, para pengunjung bisa menikmati penampilan dari Tompi, Angel Percussion, DJ Devina serta Jflow.
“Tahun ini Alam Sutera menginjak usia ke-20 dan kita mengambil tema Embracing Life. Kita ingin memberikan makna kehidupan yang sebenarnya. Maka setiap kegiatan yang terkait hidup sehat dan berkualitas pasti kita dukung. Kita sudah mengadakan acara lari tiga kali tahun ini dan Lantern Night Run merupakan yang ketiga,” ujar Marketing, Planning & Development Division Head Alam Sutera – Ch. Rossie Andriani.
Bertepatan dengan Lantern Night Run, juga diadakan Alam Sutera Photo Competition yang berhadiah total Rp 35 juta. Tema yang diangkat adalah quality living. Jadi para peserta kompetisi foto diberi kebebasan untuk mengabadikan foto kegiatan komunitas, keindahan dan hijaunya kawasan Alam Sutera.
(adv/adv)











































