5 Fakta Tol Pertama di Sulut yang Diharapkan Jokowi Dorong Ekonomi

Advertorial - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 00:00 WIB
adv
Foto: adv Gerbang Tol Manado Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Jakarta - Proyek tol di Sulawesi Utara menjadi infrastruktur yang sangat penting. Tol Manado-Bitung dengan total panjang 39 km tersebut merupakan jalan bebas hambatan pertama di Sulawesi Utara (Sulut) yang akan mempermudah dan mempercepat masyarakat menuju Bandara Sam Ratulangi hingga ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresmikan secara virtual di Istana Bogor berharap kehadiran tol pertama ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menunjang kegiatan usaha hingga mampu meningkatkan ekonomi. Sebab kehadirannya memiliki potensi yang mampu mendorong perekonomian warga sekitar.

"Alhamdulillah Jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 km sudah selesai, sudah rampung, dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha dan memudahkan transportasi masyarakat," kata Jokowi lewat Video Conference di Manado, Selasa (29/9/2020).

Berikut fakta-fakta tentang proyek Tol Manado-Bitung:

1. Jarak Tol dan Bandara Sam Ratulangi hanya 12 Menit

Jokowi menuturkan saat ini jalan yang sudah bisa beroperasi dan dapat digunakan masyarakat yakni ruas Manado-Danowudu dengan panjang 26 km. Namun jika ruas tolnya sudah selesai maka panjangnya bisa mencapai 40 km. Gerbang Tol Manado, kata dia, memiliki jarak yang dekat dengan Bandara Sam Ratunlangi.

"Gerbang Tol nya hanya 9 km atau sekitar 12 menit dari Bandara Sam Ratulangi. Jadi sangat dekat sekali," ungkapnya.

2. Dari Manado ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung 30 Menit

Jokowi juga menilai kehadiran jalan tol tersebut akan memberikan kemudahan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung yang merupakan salah satu dari pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian Timur.

Bahkan menurutnya jika seluruh ruas Tol sepanjang 40 km tersebut rampung maka akan memangkas waktu tempuh Manado-Bitung dari waktu tempuh rata-rata 1,5 jam menjadi setengah jam.

"Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari Manado ke Bitung atau sebaliknya dengan melalui jalan tol ini, waktu tempuhnya akan menjadi jauh lebih cepat, yang dulu ditempuh 1,5 jam, sekarang hanya setengah jam saja. Ini sebuah kecepatan, perubahan kecepatan yang sangat berubah sekali," ungkapnya.

advFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

3. Pendorong Industri dan Pariwisata di Sulawesi Utara

Ia menambahkan Sulawesi Utara yang memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata akan terbantu dengan kehadiran tol sebagai pendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Manado-Bitung-Likupang, dan destinasi wisata lain khususnya di Pulau Lembeh yang dapat diakses melalui Pelabuhan Bitung. Terlebih berbagai sektor industri seperti perikanan, perkebunan hingga pertanian akan juga terbantu teringankan biaya logistiknya.

"KSPN semakin mudah dijangkau. Sehingga diharapkan pariwisata di Sulut berkembang lebih baik setelah berakhirnya pandemi COVID-19. Dengan tersambungnya Jalan Tol Manado-Bitung saya yakin investasi akan meningkat dan lapangan pekerjaan juga bertambah sehingga sulut semakin berkembang," ujar Presiden.

"Jalan tol ini terintegrasi dengan kawasan industri dan pariwisata sehingga akses lebih mudah dijangkau. Biaya logistik dari Pelabuhan Bitung dapat ditekan, agar kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung juga dapat lebih maju, di mana ini juga tugasnya gubernur," imbuhnya.

4. Target Rampung Juni 2021

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi menambahkan pembangunan ruas tol Manado-Bitung merupakan salah satu dukungan yang signifikan bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Manado-Bitung-Likupang.

Tol Manado-Bitung ini dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp 5,12 triliun, di mana konstruksi pada ruas

Manado-Airmadidi sepanjang 15 km didanai oleh APBN, sedangkan ruas Airmadidi-Bitung sepanjang 25 km dilaksanakan oleh BUJT PT Jasa Marga Manado-Bitung.

"Ditargetkan untuk Seksi 2B Danowudu-Bitung akan rampung konstruksinya pada Juni 2021 sehingga juga dapat mengurangi beban jalan arteri nasional yang kondisinya semakin padat akibat pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas perekonomian," jelas Basuki.

advFoto: Kementerian PUPR

5. Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km

Diketahui Pembangunan Tol Manado-Bitung sepanjang 40 km dibagi menjadi dua seksi yakni Seksi 1 Ring Road Manado-Sukur-Air Madidi sepanjang 14 Km dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan progres Seksi 1A ruas Manado-Sukur (7 Km) dan Seksi 1B ruas Sukur-Airmadidi (7 Km).

Sedangkan untuk Seksi 2 Airmadidi-Bitung sepanjang 25 Km dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A Airmadidi-Danowudu (11,5 Km) dan Seksi 2B Danowudo-Bitung (13,5 Km) progresnya 66,4%.

Basuki mengatakan ruas tol Manado-Danowudu itu akan dikenakan tarif Rp 1.100/Km. Menurutnya tarif itu terbilang murah dalam memudahkan mobilitas masyarakat dalam meningkatkan perekonimiannya. "Untuk tarifnya, di sini Rp 1.100/Km saya kira cukup murah ya. Saya kira bisa dimanfaatkan jalan tol ini," jelasnya.

Sebagai informasi, mulai besok ruas tol baru ini akan ada taping pertama yang akan dilakukan oleh Pjs Gubernur Sulut. Nantinya masyarakat bisa menjajal ruas tol baru ini secara gratis hingga dua minggu ke depan. (***/***)