Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Sep 2013 15:18 WIB

Dalam 10 Tahun Jumlah Petani RI Berkurang 16% Jadi 26,13 Juta Keluarga

- detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan sensus pertanian tahun 2013. Data cukup mengejutkan terungkap, jumlah keluarga petani di Indonesia terus menurun setiap tahunnya.

Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah rumah tangga usaha tani pada tahun 2013 sebanyak 26,13 juta atau turun 5,04 juta keluarga dari tahun 2003 atau 10 tahun lalu atau turun 16%. Pengurangan ini terjadi karena banyak petani yang beralih ke pekerja industri atau profesi lainnya.

"Jumlah rumah tangga Usaha tani di Indonesia turun 5,04 juta dari tahun 2003 yang sebesar 31,17 juta. Rata-rata penurunan sebesar 1,75% per tahun. Jadi ini karena banyak yang beralih seperti ke industri," kata Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/9/2013)

Ia menuturkan pengukuran usaha pertanian adalah berdasarkan individu masyarakat yang melakukan usaha tani dari penanaman hingga penjualan. Suryamin menuturkan ada perubahan komposisi jumlah rumah tangga dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa.

"Terjadi perubahan komposisi jumlah Rumah Tangga usaha pertanian terjadi pergeseran dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa," sebutnya.

Provinsi yang mengalami kenaikan terbesar terjadi di Papua sebesar 158,1 ribu usaha tani dibanding 2003. Kemudian Maluku utara 1000 usaha tani. Sementara Penurunan terjadi di Jawa tengah 1,47 juta usaha tani dan Bengkulu sebesar 3,5 ribu usaha tani.

"Jadi ada peralihan. Ada daerah yang meningkat tapi banyak yang menurun," ujarnya.

Sementara itu perusahaan pertanian berbadan hukum tahun 2013 tercatat sebesar 5.490 ribu atau naik 36,77%.

"Perusahaan pertanian di Indonesia dari 4.011 di 2003, naik 1475 perusahaan (36,77%). Kenaikan terbesar di Jawa Barat dengan naik 215 dan terkecil Sulawesi Barat 5. Penurunan terbesar di Kalimantan barat dengan 75," ujarnya.



(mkl/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed