Follow detikFinance
Selasa, 07 Feb 2017 07:41 WIB

Jalan Trans Papua 3.995 Km Bakal Rampung di 2017

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Pembangunan ini bertujuan agar ketimpangan ekonomi dapat terpangkas sedikit demi sedikit, dan pembangunan dapat terasa di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu infrastruktur yang digenjot pengerjaannya adalah jalan Trans Papua, yang menyambungkan Sorong di Papua Barat hingga Merauke di ujung Indonesia sepanjang 4.330,07 kilometer (km).

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), secara keseluruhan total panjang Trans Papua adalah 4.330,07 km, yang terdapat di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Total panjang Trans Papua di Provinsi Papua adalah 3.259,45 km, sedangkan yang di Provinsi Papua Barat panjangnya 1.070,62 km. Dari total panjang tersebut, ada 231,27 km jalan baru yang dibangun di 2016, sehingga total Trans Papua yang tembus hingga saat ini sebesar 3.851,93 km, dan yang belum tembus sebesar 479,04 km.

Jalan Trans Papua 3.995 Km Bakal Rampung di 2017Foto: Wilpret Siagian


Untuk tahun ini, ditargetkan 143,35 km jalan baru akan dibangun, sehingga total yang akan tembus menjadi 3.995,28 km. Ini berarti sisa jalan yang belum tembus sepanjang 334,79 km akan dirampungkan hingga 2019.

"Trans Papua bisa rampung 2019," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, kepada detikFinance di kantornya, Senin (6/2/2017).

Pembangunan jalan Trans Papua sendiri dipercaya menjadi infrastruktur konektivitas yang akan memberikan mutiplier effect bagi lingkungan di sekitarnya. Tembusnya jalan-jalan di pedalaman Papua, mulai dari pegunungan, hutan, dan sungai akan menumbuhkan sumber-sumber perekonomian baru bagi masyarakat di sekitarnya.

"Kalau kita bicara pembangunan, pasti bicara kelayakan teknis, ekonomi dan finansial. Tapi kalau bicara Papua, ini tidak akan dibangun di Papua. Kalau dilihat IRR-nya, kita tidak akan pernah bangun ini Papua," tutur Arie.

"Tapi kita kan NKRI. Kemudian bagaimana mengembangkan semua potensi. Kalau enggak, semuanya kan pembangunan jadi di Jawa terus, kalau kita mengikuti ekonominya. Tapi jangka panjangnya, di sana akan sangat menguntungkan," pungkasnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed