Follow detikFinance
Minggu, 26 Feb 2017 18:33 WIB

Laporan dari Sydney

Keyakinan Jokowi, Cabut Subsidi dan Terapkan BBM 1 Harga

Ray Jordan - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Sydney - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kebijakan BBM satu harga di seluruh Indonesia, dilakukan sebagai implementasi keadilan untuk seluruh wilayah Indonesia. Selama ini, masyarakat di daerah terisolir seperti di Pegunungan Papua harus menanggung harga BBM yang lebih mahal.

"Kita negara besar, Indonesia itu besar, dan kita sering diajak sakit, diajak pahit sulit, tapi ke depan itu kelihatan ada yang akan kita capai," ujar Jokowi di depan ribuan WNI yang memenuhi ICC Sydney, Australia, Minggu (26/2/2017).

"Dikit-dikit ngeluh, dicoba bandingkan, saya kasih contoh masalah bensin BBM di Jawa Rp 6.450/liter, demonya dua bulan, yah betul, pernah demo 3 bulan, saya biarin saja nanti tahu-tahu hilang sendiri," katanya lagi.

Keyakinan Jokowi dilandasi oleh kondisi BBM di luar Jawa. Saat dirinya menyambangi Kabupaten Wamena yang lokasinya cukup terpencil di antara pegunungan di Papua, diketahui harga BBM jauh lebih tinggi.

"2015 saya datang ke Wamena, saya datang di atas-atas gunung juga. Penduduknya datang ke saya, Pak bensin di sini harganya Rp 60.000/liter, bisa sampai Rp 100.000/liter di (Kabupaten) Puncak Jaya, coba keadilannya ada di mana? Per liter ya," ungkap dia.

Untuk itu, muncul kebijakan BBM satu harga. Pemerintah menyiapkan infrastruktur agar harga di seluruh wilayah Indonesia menjadi sama.

"Masa seperti ini kita terus-teruskan, kuncinya beli pesawat, khusus untuk BBM. Saya ingin di Papua sama dengan di Jawa," pungkasnya. (idr/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed