Follow detikFinance
Minggu 05 Mar 2017, 14:50 WIB

Kementan Ciptakan Belgian Blue, Sapi Berbobot 'Raksasa'

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kementan Ciptakan Belgian Blue, Sapi Berbobot Raksasa Foto: Eduardo Simorangkir
Bogor - Kementerian Pertanian berhasil memproduksi sapi Belgian Blue, jenis sapi belgia yang bobotnya bisa mencapai 1,5 ton dalam waktu dua tahun. Sapi ini lahir melalui pengembangan teknologi transfer embrio dan kawin silang yang dilakukan oleh Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor setelah melalui beberapa percobaan.

Metode transfer embrio dan kawin silang ini adalah salah satu upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk mencari bibit-bibit unggul sapi, baik dari lokal maupun negara lain dalam rangka mencapai swasembada sapi tahun 2027.

"Kami melakukan cara ini sebagai upaya mencari jenis-jenis sapi yang pertumbuhannya cepat, besar dan sesuai dengan di Indonesia. Salah satunya datang ke Belgia, dan menemukan Blue Belgian Cattle ini," kata Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro di BET, Cipelang, Bogor, Minggu (5/3/2017).
Belgian BlueBelgian Blue Foto: Eduardo Simorangkir
Sapi Belgian Blue ini sendiri diproduksi melalui dua metode, yakni kawin silang dan transfer embrio. Dari beberapa kali percobaan, akhirnya hasil inseminasi buatan yang menggunakan sperma dari Belgian Blue dan indukan sapi Indonesia jenis Limosin, FH dan Simmental berhasil lahir sebanyak 6 ekor, dengan bobot masing-masing sapi saat dilahirkan rata-rata 46 kilogram.

Sedangkan dari metode transfer embrio menghasilkan satu sapi Belgian Blue asli berjenis kelamin jantan berbobot 62,5 kg.

Sapi berjenis Belgian Blue ini nantinya akan kembali dikawin silangkan dengan sperma Belgian Blue lainnya, hingga akhirnya menghasilkan jenis Belgian Blue Indonesia yang genetiknya mencapai 75%. Dengan kadar genetik sebesar itu, berat sapi ini bisa mencapai 1,5 ton dalam waktu dua tahun atau dua kali bobot sapi limosin yang selama ini dikenal sebagai sapi berbobot 'raksasa' di Indonesia.

"Bobot dua ekor Belgian Blue dalam waktu 2 tahun itu bisa 1,5 ton, setara dengan bobot 10 ekor sapi lokal usia dua tahun. Karena karkas sapi lokal itu 47%. Sedangkan Belgian Blue 73%," tutur Syukur.

Sapi Belgian Blue sendiri merupakan hasil transfer embrio Belgian Blue pertama yang berhasil di Asia Tenggara. Dengan berhasilnya metode ini, diharapkan upaya pemerintah dalam mencukupi ketersediaan pasokan daging sapi dalam negeri secara mandiri dapat tercapai.

"Jadi swasembada daging itu banyak strateginya, tapi tidak instan. Negara lain juga begitu, selalu mencari bibit-bibit unggul baik yang dibuat sendiri maupun yang diadopsi dari negara lain," pungkasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed