Follow detikFinance
Selasa, 02 Mei 2017 08:07 WIB

Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Habiskan Dana Hingga Rp 6,7 T

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi Proyek Tol (Foto: Rachman Haryanto) Ilustrasi Proyek Tol (Foto: Rachman Haryanto)
Gorontalo - Proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung tengah dikebut. Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer (km) itu ditargetkan bisa rampung konstruksinya pada akhir 2018, dan bisa dioperasikan pada 2019.

Proyek pembangunan tol Manado-Bitung sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni seksi I sepanjang 14,9 km dari Manado-Airmadidi didanai dari APBN murni dan pinjaman Pemerintah China. Sementara seksi II sepanjang 25 km dari Airmadidi-Bitung digarap oleh investor atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bernama PT Jasamarga Manado Bitung.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Manado, Riel Jemmy Mantik, mengungkapkan proyek Jalan Tol Manado-Bitung ditaksir bisa menghabiskan dana hingga Rp 6,7 triliun.

"Jadi untuk total dana bagian investor Rp 3,8 triliun dan yang APBN Rp 2,9 triliun," tuturnya di Gorontalo, Selasa (2/5/2017).

Progres dari proyek ini baru mencapai 20% lantaran terkendala pembebasan lahan. Namun Riel yakin pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung bisa rampung sesuai target.

"Pembebasan lahan akan selesai 2017, selanjutnya fisik. Diharapkan 2018 selesai, untuk seksi II pembebasan lahan juga sudah 15%," imbuhnya.

Permasalahan pembebasan lahan di proyek tersebut, kata Riel, lantaran adanya perbedaan harga lahan. Sehingga sistem konsinyasi atau penitipan ganti rugi pembebasan lahan di pengadilan dipilih menjadi jalan keluar.

Sekedar gambaran, setelah pelabuhan Bitung-Davao (Filipina) terhubung dengan Kapal RoRo, pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung menjadi sangat penting kehadirannya. Sebab selama ini penghubung antara Manado dengan Bitung hanya satu jalan non tol yang menjadi penghubung. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed