Peningkatan kapasitas jalan dilakukan dengan melebarkan lajur jalan yang ada. Dari dua menjadi empat lajur, masing-masing dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 kilometer.
"Ruas jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena merupakan jalur logistik ke Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Bengkulu. Selain itu juga menghubungkan antara Bandara Minangkabau dengan Pelabuhan Teluk Bayur," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto dalam keterangan tertulis, Selasa (23/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Sementara itu, Kepala BPJN III Padang, Syaiful Anwar mengatakan dari 27 km, saat ini dalam tahap penyelesaian yakni sepanjang 1,7 kilometer. Pelebaran jalan Padang Bypass didanai APBN yang berasal dari pinjaman Bank Export-Import Korea Selatan senilai Rp 436 miliar.
Sementara untuk proses pengadaan lahannya dilakukan dan didanai oleh Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang. Pada ruas jalan tersebut, juga dibangun sembilan jembatan dengan panjang 558 meter. Pembangunannya dimulai sejak April 2014 yang dilakukan oleh kontraktor joint operation Kyeryong Construction Industrial Co LTd-PT Yala Persada Angkasa.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Sementara itu dalam menghadapi mudik Lebaran 2017, Syaiful menyatakan ruas jalan yang dilalui pemudik di Sumatera Barat dalam kondisi mantap. Meski demikian, terdapat beberapa titik rawan longsor telah diinventarisasi dan dilakukan antisipasi dengan menerjunkan personel dan alat berat ke lokasi rawan longsor tersebut.
Kementerian PUPR juga memberikan dukungan bagi pengembangan kawasan wisata Mandeh di Sumbar yang berjarak sekitar 56 km dari Kota Padang. Syaiful menegaskan akan menyelesaikan secara bertahap jalan akses ke kawasan wisata Mandeh yakni ruas Teluk Kabung-Mandeh sepanjang 45 kilometer. Konstruksi pembangunan ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 444 miliar termasuk di dalamnya untuk pembangunan beberapa jembatan dengan total panjang 210 meter.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Pada 2017 pembangunan jalan akses wisata Mandeh dilakukan sepanjang 7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp 100 miliar. Proses pembebasan lahan juga tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
Nantinya ruas jalan ini akan memiliki lebar 6 meter agar bisa dilintasi oleh bus wisata berukuran sedang dan dilakukan perbaikan geometri jalan sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara.
Objek wisata Mandeh sudah dikenal baik di dalam dan luar negeri karena memiliki pulau-pulau eksotis dan wisata bahari sehingga dijuluki Raja Ampat di Indonesia Barat. Kampung Mandeh berada di Teluk Carocok Tarusan dan terdapat beberapa pulau kecil di sekitarnya yakni Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjang Besar dan Kecil dan Pulau Cubadak.
Foto: Dok. Kementerian PUPR |
(nwy/dna)












































Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR