Follow detikFinance
Jumat 18 Aug 2017, 18:04 WIB

Rahasia Perusahaan-Perusahaan RI yang Berkinerja Baik saat Krisis

Muhammad Idris - detikFinance
Rahasia Perusahaan-Perusahaan RI yang Berkinerja Baik saat Krisis Foto: Istimewa
Jakarta - Banyak perusahaan-perusahaan besar asal Indonesia mampu bertahan dari berbagai krisis. Kesulitan ekonomi malah membuat perusahaan-perusahaan ternama ini semakin eksis dan bonafit. Namun seperti yang belum banyak orang tahu, mereka punya kiat masing-masing untuk terus bertahan dan menjadi semakin besar.

Triharyo Soesilo, Ketua Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1977 yang juga editor buku 'Korporasi Tangguh Indonesia' mengatakan, perusahaan seperti Gudang Garam malah besar karena bisa menggambungkan padat karya dan padat modal. Penggunaan teknologi yang butuh modal besar, nyatanya tak meminggirkan karyawan yang jumlahnya mencapai 30.000 orang.

"Contoh Gudang Garam itu perusahaan yang padat modal, juga padat karya jadi satu, karyawannya 30.000 orang melinting rokok, tapi juga punya rokok putih yang teknologinya tinggi. Menggabungkan 30.000 orang dalam satu perusahaan rokok, itu saya kira kinerja yang jarang," kata Triharyo di Gedung Aula Barat, Kampus ITB, Bandung, Jumat (18/8/2017).

Lanjut dia, perusahaan seperti Sari Roti bisa menjadi perusahaan besar di Indonesia hanya mengandalkan berjualan roti, karena jeli melihat peluang dan fokus pada roti yang memang disukai masyarakat. Atau cara unik dari perusahaan sekaliber Ciputra yang tetap irit dalam berbagai situasi.

"Sari Roti misalnya, kenapa dia bisa jadi perusahaan sangat besar dari jualan roti. Sistem pelanggan mereka dengan feedback yang sangat baik, caranya melihat dalam pameran-pameran apa saja yang laku, dilihat dari saat anak mengambil dan mencoba rotinya. Itu lalu kemudian difokuskan jadi produk keunggulan Sari Roti," ucap Triharyo.

"Yang lebih unik lagi seperti perusahaan Ciputra Develoment merasa tidak pernah berbeda antara saat krisis dan tidak krisis, Dirutnya naik pesawat ekonomi, sepanjang sejarah. Itu contoh-contoh perusahaan Indonesia," imbuhnya.

Beberapa perusahaan waralaba (franchise) dan multinasional asing juga bisa meraup sukses di Indonesia dengan caranya masing-masing. Bahkan, beberapa jaringan perusahaan asing di Indonesia itu, jadi yang terbesar dibandingkan dengan keberadaannya di negara lain.

"Kita kan mendengar misalnya Nyonya Meneer, kemudian Sevel, tiba-tiba tutup, tapi tahukah bahwa ACE Hardware terbesar di dunia itu ada di Indonesia. Jadi perusahaan franchise bisa berkembang pesat di Indonesia, kita melihat Kentucky Fried Chicken terbesar di dunia di Indonesia salah satu yang terbesar. Sangat unik dan menarik perusahaan ini mempunyai latar belakang internasional maupun lokal," ungkap Triharyo.

Menurutnya, Buku berjudul Korporasi Tangguh Indonesia ditulis dari riset pada perusahaan Indonesia yang justru kinerja keuangannya meningkat saat krisis ekonomi global pada tahun 2008 dan 2014. Buku dari para peneliti ITB ini diluncurkan bersamaan dengan dengan perayaan Reuni Akbar 40 Tahun Alumni ITB Angkatan 1977 hari ini. (idr/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed