China Minati Sektor Manufaktur, Energi dan Pangan

China Minati Sektor Manufaktur, Energi dan Pangan

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2008 12:35 WIB
China Minati Sektor Manufaktur, Energi dan Pangan
Jakarta - Pengusaha China ingin mengembangkan investasinya di Indonesia, sektor yang diminati adalah sektor manufaktur, energi listrik, perkebunan dan pangan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dino Pati Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/9/2008).

Dino menyampaikan hal itu usai pertemuan SBY dengan sekitar 20 perwakilan pengusaha dan pejabat dari Provinsi Guangdong China yang dipimpin oleh Sekretaris Partai Komunis China Provinsi Guangdong Wang Yang,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam pertemuan tadi ada keinginan besar dari perusahaan China untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia terutama di industri manufaktur juga energi listrik perkebunan dan pangan. Presiden Indonesia menyambut baik keinginan ini," ujar Dino.

Presiden menekankan hubungan partnership bilateral antara Indonesia dan China terus dijaga agar target perdagangan US$ 30 miliar antara Indonesia-China pada 2010 bisa tercapai.

"Pada bulan Juni 2008 kemarin sudah mencapai US$ 19 miliar lebih, kita optimis di akhir tahun ini bisa mencapai US$ 28-29 miliar dan kemungkinan bisa mencapai US$ 30 miliar yang sebenarnya ditargetkan pada 2010," ujarnya.

Sementara itu khusus dengan Provinsi Guangdong, Indonesia telah melakukan kerja sama perdagangan. Provinsi Guangdong mengimpor produk pertanian dan elektronik asal Indonesia nilainya mencapai US$ 5 miliar dolar

"Presiden SBY tadi meminta Ibu Mari (Mendag) untuk meningkatkan lagi nilainya menjadi US$ 10 miliar dalam 3 tahun ke depan," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads