Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara mengatakan, total dana yang dicari PLN adalah US$ 4,5 miliar berupa valas dan Rp 17,5 triliun.
"Sebanyak US$ 1,5 sudah kami dapatkan dari bank asing, sedangkan sebanyak US$ 1,8 hingga US$ 1,9 sedang dalam tahap negosiasi," katanya di Kantor Kementerian BUMN,Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/92008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk memperingan pinjaman, dia mengaku beberapa ratus juta dolar akan diambil dari kas internal PLN. "Mudah-mudahan awal tahun depan pinjaman mata uang asing ini sudah bisa didapat semua," jelasnya
Sedangkan total pinjaman berupa mata uang lokal yang diperlukan PLN sebanyak Rp 17,5 triliun. Ia mengatakan sebanyak Rp 13 triliun sudah disetujui oleh beberapa bank lokal. Rudi sendiri menolak mengatakan nama-nama bank yang memberi kucuran dana tersebut. Tapi seluruh pinjaman berupa mata uang lokal akan diambil dari bank domestik.
"Sisanya sebanyak Rp 4,5 triliun sedang dalam tahap negosiasi akhir di beberapa bank yang berbeda, mudah-mudahan bulan depan sudah disetujui," ujarnya.
Seluruh dana pinjaman tersebut akan digunakan PLN untuk membangun pembangkit listrik hingga 8.700 mega watt yang masih berjalan hingga saat ini. Sedangkan sisanya sebanyak 1.300 mega waat saat ini sedang dalam tahap negosiasi bersama antara PLN, Menteri BUMN dan Sumitomo Corporation.
IPO Indonesia Power
Rudi menjelaskan bahwa rencana anak perusahaan PLN, yaitu PT Indonesia Power untuk memasuki lantai bursa belum bisa dilakukan tahun ini, bahkan di tahun depan pula.
"Saya belum bisa bilang apakah bisa di tahun 2009, yang penting kita siapkan saja dulu dari anak perusahaannya. Ya lakukan pembenahan sambil melihat-lihat kondisi pasar," imbuhnya.
Ia mengaku, jika saatnya sudah tepat, dengan kata lain anak perusahaannya tersebut siap dan kondisi pasar memungkinkan maka rencana IPO akan segera diajukan ke Menteri BUMN.
Sedangkan mengenai rencana penerbitan global bonds, Rudi mengatakan rencana tersebut masih ditunda. "Belum dibicarakan lagi, bagaimana pasarnya masih seperti ini. Saya belum tahu ditunda sampai kapan," pungkasnya. (ang/ir)











































