Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan ketika dihubungi oleh detikFinance di Jakarta, Sabtu (6/9/2008).
"September saya tidak melihat sandang menjadi ancaman inflasi karena dalam 10 tahun catatan BPS, sandang ini pada saat Lebaran merupakan salah satu kelompok yang jinak dibandingkan makanan. Hal ini karena untuk sandang kemampuan suplainya seimbang dengan demand sehigga potensi inflasinya sedikit," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab sudah ada antisipasi dari produsen untuk menyiapkan suplai 3 bulan sebelum Lebaran. Apalagi tingkat ekonomi kita sudah maju sehingga tidak semua kelompok masyarakat memborong baju baru pada Lebaran, kalangan menengah ke atas tidak mengikuti tradisi ini," paparnya.
Berdasarkan catatan BPS, selama Agustus 2008 kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,53%, dan kelompok ini mempunyai peran dalam menahan laju inflasi sbeesar 0,51% pada Agustus 2008. Dalam data yang dikutip dari situs BPS dikatakan, kelompok sandang pada bulan Agustus 2008 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi 0,05%.
"Penurunan ini terjadi karena pada bulan Agustus ada diskon baju dan lain-lain, jadi penurunan harga ini secara umum menyumbangkan deflasi di Agustus," katanya.
Pada Lebaran nanti, kata Rusman, kelompok yang akan menyumbang inflasi dan terjadi kenaikkan harga adalah pada kelompok bahan makanan/makanan jadi dan kelompok perumahan.
"Berdasarkan pengalaman kami, barang-barang maintenance atau komponen perumahan akan mengalami kenaikkan harga saat Lebaran karena setiap kelompok masyarakat kan tradisinya melakukan perbaikan rumah seperti cat dan lainnya sehingga permintaan akan meningkat menjelelang lebaran," katanya.
(dnl/qom)










































