Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono menjelaskan, subsidi sebesar itu merupakan cerminan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan TDL pada 2009.
"Pemerintah belum merencanakan kenaikan TDL karena masih fokus ke upaya penekanan BPP (biaya pokok produksi)," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (8/9/2008).
Purwono menjelaskan, subsidi tahun berjalan 2009 sebesar Rp 64,46 triliun, sementara kekurangan subsidi pada 2007 (unaudited) sebesar Rp 5,48 triliun. Sehingga total subsidi menjadi Rp 69,94 triliun.
Dari total subsidi tersebut, yang akan di-carry over ke 2010 sebesar Rp 3,34 triliun, dan target penghematan sebesar Rp 6,17 triliun. Sehingga total kebutuhan subsidi menjadi Rp 60,43 triliun. Angka ini lebih besar dari realisasi kebutuhan subsidi 2008 yang diperkirakan mencapai hampir Rp 80 triliun.
Asumsi yang digunakan adalah penekanan pertumbuhan listrik dari 6,72% menjadi 5,63%, harga gas dinaikkan dari US$ 3,47 /mmbtu menjadi US$ 3,70 /mmbtu. Begitu juga harga batubara yang dinaikkan dari Rp 650/kg menjadi 750/kg dan kenaikan alpha untuk pengadaan MFO (marine fuel oil) dari 5% menjadi 9%.
Asumsi lainnya adalah nilai tukar rupiah 9100/US$, ICP US$ 100 per barel, dan susut jaringan sebesar 10,40%
(lih/qom)











































