Cathay Pacific Bangun Terminal Kargo

Cathay Pacific Bangun Terminal Kargo

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 11:47 WIB
Cathay Pacific Bangun Terminal Kargo
Jakarta - Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific memulai pembangunan terminal kargo terbarunya di bandara internasional Hong Kong. Cathay Pacific menginvestasikan biaya senilai HK$ 4,8 miliar untuk pembangunan area seluas lebih dari 10 hektar.

Dalam siaran pers yang diterima, Senin (8/9/2008), disebutkan upacara peletakan batu pertama itu dihadiri Chief Executive Cathay Pacific Tony Tyler, Chief Operating Officer Cathay Pacific John Slosar, Secretary for Transport and Housing Eva Cheng. Juga hadir dalam upacara tersebut adalah Ketua Otoritas Bandara Hong Kong Mr Marvin Cheung, Ketua Otoritas Keamanan Bandara Hong Kong Mr Marvin Cheung, Deputy Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Mr Y K Leung, dan Chief Executive Otoritas Bandara Hong Kong Mr Stanley Hui.

Otoritas Bandara Hong Kong telah mengesahkan persetujuan pada Maret 2008 untuk Cathay Pacific Services Ltd (CPSL), anak perusahaan Cathay Pacific Airways, untuk berinvestasi dalam desain, konstruksi, dan pengoperasian terminal kargo terbaru di Bandara Internasional Hong Kong dalam perjanjian selama 20 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan terminal terbaru ini akan selesai pada paruh kedua 2011 dengan disain kapasitas kargo udara tahunan sebesar 2,6 juta ton. Terminal ini akan menjadi fasilitas yang bisa digunakan oleh semua maskapai penerbangan. Tambahan penanganan kapasitas kargo udara dan fasilitas yang disediakan oleh terminal baru ini akan membantu meningkatkan posisi Bandara Internasional Hong Kong sebagai pusat kargo udara internasional di dunia.

Tony Tyler mengatakan status Hong Kong sebagai pusat kargo udara nomor satu sangat vital terhadap masa depan ekonomi kota tersebut dan menggaris bawahi komitmen Cathay Pacific untuk membantu pengembangannya. Akan tetapi, dia juga menyatakan bahwa Hong Kong sedang mengalami persaingan yang semakin sengit antara bandar-bandar udara lainnya di Asia, sebagaimana dari kawasan Pearl River Delta itu sendiri.

Menurutnya, dengan tambahan kapasitas dan semakin banyak persaingan akan ada peningkatan penerbangan kargo ke Hong Kong, yang akan memberikan keuntungan di bidang ekonomi ke kota ini. Serta akan ada lebih banyak kesempatan kerja, bukan hanya dari pekerjaan konstruksi maupun operasional terminal kargo, tapi juga dari seluruh industri kargo udara, ketika bidang itu berkembang.

Mengenai tantangan dari kenaikan harga bahan bakar jet dan kemunduran ekonomi global, Secretary for Transport and Housing Eva Cheng mengungkapkan sangat penting bagi Cathay untuk menjaga momentum dari investasi infrastruktur agar siap ketika kondisi menjadi lebih baik di masa depan. Beberapa tahun yang akan datang, beberapa proyek lain akan mengubah wajah dari Pulau Lantau ini. Proyek-proyek tersebut akan secara efektif memperkuat tingkat persaingan bandara.

Ketua Otoritas Bandara Hong Kong Marvin Cheung mengatakan bandara Internasional Hong Kong sudah menjadi bandara kargo tersibuk di dunia pada 12 tahun belakangan ini. Akan tetapi kompetisi pasti akan terjadi dan tetap harus menjaga daya saing Hong Kong.

Konsultan utama proyek Terminal Kargo Cathay Pacific adalah Meinhardt, arsitek dari terminal adalah Aedas, dan surveyor kuantitas dari proyek ini adalah WT Partnership. Kontraktor MHS adalah Siemens, sementara dua kontraktor untuk pengerjaan pondasi adalah Gammon/Tysan dan Bachy Soletanche. Kontrak untuk pembangunan terminal itu sendiri saat ini masih dalam proses. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads