Ketersediaan Bibit Dioptimalkan

Ketersediaan Bibit Dioptimalkan

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 16:35 WIB
Ketersediaan Bibit Dioptimalkan
Jakarta - Untuk mencapai ketersediaan pangan yang cukup, pemerintah mengupayakan agar ketersediaan bibit padi, jagung dan kedelai tahun ini dioptimalkan.

Presiden SBY pun membahas hal ini secara khusus dengan beberapa menteri terkait seperti Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan.

Usai bertemu dengan Presiden SBY, Mentan Anton Apriyantono menjelaskan, bibit padi, jagung dan kedelai untuk musim tanam tahun ini cukup. Rata-rata bibit yang tersedia tersebut adalah bibit buatan dalam negeri alias bibit lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya padi hibrida yang 50 persen bibitnya impor. Itu pun benih yang sudah bersertifikat. Jadi sangat kecil benih impor," ujar Anton saat jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (8/9/2008).

Untuk benih jagung, menurut Anton, hampir seluruhnya diproduksi dalam negeri, termasuk jenis jagung hibrida.

"Sedangkan untuk benih kedelai, sepenuhnya diproduksi dalam negeri," kata Anton.

Dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, juga dibahas soal ketersediaan pupuk. Menurut Anton, ada beberapa hal yang menyebabkan ketersediaan pupuk dalam negeri berkurang.

"Pertama, kondisi pabrik banyak yang sudah tua, ketersediaan gas serta bahan baku lainnya, serta masalah-malalah teknis lain," ujar Anton.

Sementara menurut Menteri Prindustrian Fahmi Idris, karena sudah banyak pabrik pupuk yang tidak efisien, pemerintah pada tahun 2011 nanti akan membangun beberapa pabrik pupuk. Mengenai pendanannya, menurut Fahmi, pihak perbankan akan membantu sepenuhnya.

"Pabrik pupuk praktis nilai ekonominya tinggi sekali, sehingga tidak ada kesulitan bagi perbankan untuk menilai kelayakan pabrik-pabrik tersebut," ujarnya.

(anw/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads