Gubernur BI: RI Takkan Resesi

Gubernur BI: RI Takkan Resesi

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 20:59 WIB
Gubernur BI: RI Takkan Resesi
Jakarta - Indonesia jauh dari resesi ekonomi meskipun saat ini banyak negara-negara maju di dunia mengalami perlambatan ekonomi atau bahkan diambang resesi.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam acara buka puasa di Kantor BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (8/9/2008).

"Pertumbuhan ekonomi kita bagus pada 2 kuartal ini, jadi tidak akan ada resesi meskipun ada perlambatan ekonomi pada kuartal-kuartal ke depan," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengatakan agregat permintaan yang maju pesat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2008 mencapai 6,4%, dan saya meyakini pada kuartal III dan IV masih tinggi.

"Kalaupun ada perlambatan, kemungkinan besar bukan karena agregat demand yang tidak kuat tapi terutama karena kendala suplai, seperti produksi atau infrastruktur yang memperlambat pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Dikatakan Boediono, masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah masalah inflasi. Masalah yang dihadapi Indonesia tidak seperti yang dihadapi Amerika seperti kerusakan sektor keuangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

"Memang kerusakan sektor keuangan yang terjadi di Amerika ini akan cukup panjang ekornya, kita tidak tahu sampai kapan ini akan terjadi, Tapi Indonesia sekarang cukup baik di sektor ini," katanya.

Boediono menambahkan krisis sektor keuangan di Amerika masih akan terus berlanjut, dan ditutupnya beberapa lembaga keuangan karena krisis tersebut nampaknya belum akan berakhir.

RI Paling Beruntung


Dalam kesempatan tersebut, Boediono juga menyatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara paling beruntung di tengah situasi ekonomi global yang sedang menghadapi guncangan.

Dari 3 masalah ekonomi yang dihadapi pada perekonomian dunia saat ini, Indonesia hanya mengalami 1 masalah yaitu inflasi.

Tiga masalah yang dihadapi perekonomian dunia adalah inflasi karena kenaikkan komoditas pangan dan energi, perlambatan ekonomi atau resesi karena sudah ada beberapa negara yang pertumbuhan ekonominya minus, serta kerusakan sektor keuangan.

"Indonesia beruntung sampai saat ini hanya mengalami inflasi saja," tuturnya.

Boediono menambahkan, AS saat ini mengalami ketiga masalah tersebut, sementara Eropa menghadapi masalah inflasi dan perlambatan ekonomi.

"Demikian juga negara-negara di Asia pada umumnya dimana mengalami masalah inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads