Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang, usai acara soft launching The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Senin (8/9/2008).
"Jika IPO (Initial Public Offering) kami nanti sukses, akhir 2009 pembangunan pabrik
baru yang di Cilegon sudah bisa dimulai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pabrik baru tersebut diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi
plat baja sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Pabrik baru tersebut juga akan dilengkapi
teknologi baru yang lebih efisien, sehingga dari slep baja bisa langsung dipotong
menjadi lembaran baja.
"Lembaran yang dihasilkan akan berukuran lebih besar dari pabrik baja yang sebelumnya sudah ada. Targetnya untuk digunakan oleh golongan kapal dan pipa-pipa berukuran besar," ucapnya.
Dana yang diperlukan untuk membangun pabrik tersebut seluruhnya diambil dari hasil
IPO yang rencananya dilakukan tahun ini jika sudah ada restu dari DPR. Sayangnya, Fazwar
enggan menyebutkan total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut
begitu pula dengan target raupan IPO.
Impor Baja Ilegal
Sementara itu,Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Triseputro mengatakan bahwa industri baja nasional sedang menyelidiki adanya indikasi impor baja ilegal yang diduga masuk dari China.
"Baja-baja ilegal tersebut banyak masuk di industri hilir, akibatnya para pemain di
industri hulu jadi tidak bisa bersaing," jelasnya.
Ia menambahkan, baja-baja ilegal tersebut belum bisa terdeteksi dengan baik. Jumlahnya baru bisa ketahuan setelah akhir tahun berapa jumlah baja ilegal yang beredar.
"Setelah ketahuan konsumsi nyatanya seberapa banyak dibandingkan dengan konsumsi
tahun lalu," pungkasnya.
(ang/qom)










































