Pabrik Baru Krakatau Steel Dibangun Akhir 2009

Pabrik Baru Krakatau Steel Dibangun Akhir 2009

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 21:12 WIB
Pabrik Baru Krakatau Steel Dibangun Akhir 2009
Jakarta - PT Krakatau Steel akan memulai pembangunan pabrik barunya di akhir tahun 2009. Pembangunan akan dilaksanakan jika IPO BUMN baja itu bisa menangguk sukses.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang, usai acara soft launching The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Senin (8/9/2008).

"Jika IPO (Initial Public Offering) kami nanti sukses, akhir 2009 pembangunan pabrik
baru yang di Cilegon sudah bisa dimulai," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut perkiraan, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik tersebut minimal 30 bulan.

Ia menambahkan, pabrik baru tersebut diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi
plat baja sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Pabrik baru tersebut juga akan dilengkapi
teknologi baru yang lebih efisien, sehingga dari slep baja bisa langsung dipotong
menjadi lembaran baja.

"Lembaran yang dihasilkan akan berukuran lebih besar dari pabrik baja yang sebelumnya sudah ada. Targetnya untuk digunakan oleh golongan kapal dan pipa-pipa berukuran besar," ucapnya.

Dana yang diperlukan untuk membangun pabrik tersebut seluruhnya diambil dari hasil
IPO yang rencananya dilakukan tahun ini jika sudah ada restu dari DPR. Sayangnya, Fazwar
enggan menyebutkan total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut
begitu pula dengan target raupan IPO.

Impor Baja Ilegal

Sementara itu,Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Triseputro mengatakan bahwa industri baja nasional sedang menyelidiki adanya indikasi impor baja ilegal yang diduga masuk dari China.

"Baja-baja ilegal tersebut banyak masuk di industri hilir, akibatnya para pemain di
industri hulu jadi tidak bisa bersaing," jelasnya.

Ia menambahkan, baja-baja ilegal tersebut belum bisa terdeteksi dengan baik. Jumlahnya baru bisa ketahuan setelah akhir tahun berapa jumlah baja ilegal yang beredar.

"Setelah ketahuan konsumsi nyatanya seberapa banyak dibandingkan dengan konsumsi
tahun lalu," pungkasnya.



(ang/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads