Menurut Gubenur OPEC Maizar Rahman, Indonesia membutuhkan harga minyak yang rendah untuk menyeimbangkan subsidi BBM yang sudah membengkak karena konsumsi yang terus meningkat.
"Kita cenderung memilih harga minyak yang rendah, kita tidak setuju pemotongan produksi. Karena untuk penyesuaian anggaran APBN yang peningkatan subsidinya sudah banyak," ujarnya ketika dihubungi detikFinance saat berada di Wina, Selasa, (9/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maizar menambahkan, dengan harga minyak yang rendah, memang akan berpengaruh terhadap penerimaan negara. Tapi di sisi lain, akan membantu industri yang menggunakan BBM non subsidi.
"Kita tidak melihat dari sisi APBN saja, tapi ekonomi secara keseluruhan. kalau harga BBM tinggi kan akan menyulitkan industri," tambahnya.
Pada APBNP 2008, asumsi harga minyak yang digunakan adalah US$ 95 per barel. Sementara untuk RAPBN 2009, asumsi harga minyak yang digunakan adalah US$ 100 per barel.
(lih/ddn)










































