Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman saat menyiapkan Sidang OPEC di Wina menjelaskan, ekonomi Indonesia akan cukup membaik jika harga minyak mampu stabil di kisaran US$ 100 per barel.
"Kita perkirakan harga minyak US$ 100 per barel. Karena permintaan dunia menurun, sementara suplai cukup. Malah ada kemungkinan kelebihan suplai," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (9/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau stoknya kurang, baru permintaan naik, dan harga pun ikut naik. Tergantung musim dinginnya seperti apa," jelasnya.
Pengusaha minyak kelas kakap di Texas, T. Boone Pickens juga menyatakan pihaknya tetap yakin harga minyak tidak akan jatuh hingga dibawah US$ 100 per barel meskipun adanya permintaan yang menurun.
"Saya pikir harganya akan tetap segitu (US$ 100 per barel). Kalau sampai harganya jatuh lagi, itu tidak akan berlangsung lama," ujarnya disela sebuah konferensi di Kansas seperti dikutip Reuters.
Pickens juga berharap OPEC tidak melakukan pemotongan produksi seperti yang diminta Indonesia pada Sidang OPEC yang digelar hari ini di Wina. (lih/ddn)











































