Industri Mamin Siap Serap 200.000 Ton Gula Rafinasi

Industri Mamin Siap Serap 200.000 Ton Gula Rafinasi

- detikFinance
Selasa, 09 Sep 2008 11:31 WIB
Jakarta - Produsen makanan dan minuman (mamin) akhirnya lebih melirik produk gula rafinasi dalam negeri setelah pemerintah memangkas kuota izin impor gula rafinasi sebesar 200.000 ton tahun ini.

Mereka akan membeli sebanyak 200.000 ton kepada produsen gula rafinasi dalam negeri untuk menutupi kekurangan akibat pemangkasan kuota tersebut.

Sebelumnya pemerintah memberikan kuota impor sebanyak 680.000 ton gula rafinasi, dari total kebutuhan industri gula rafinasi 1,1 juta ton untuk industri mamin kecil- menengah dan 1 juta ton untuk industri skala besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Suroso saat dihubungi detikFinance Selasa (9/9/2008).

"Untuk menutupi kekurangan itu, kami akan membelinya dari produsen dalam negeri sebanyak 200.000 ton juga," ucapnya.

Diakuinya sekarang ini, produsen mamin sedang bernegosiasi dengan kalangan produsen rafinasi secara business to business mengenai harga, kualitas dan suplai yang selama ini dikeluhkan oleh produsen mamin, dan menjadi alasan produsen mamin lebih memilih mengimpor dari luar negeri.

"Hari ini kami sedang negosiasi kontrak di depperin, dari 1 juta ton kebutuhan industri mamin skala besar, 30% diperoleh dari dalam negeri, dan ditambah 200.000 ton lagi," paparnya.

Mengenai harga, selama ini produsen gula rafinasi dalam negeri menjual harga lebih tinggi Rp 500 per kilonya dengan gula rafinasi impor. Sedangkan untuk kualitas, besaran icumsa (kualitas kejernihan) gula rafinasi dalam negeri masih diangka 80, yang dinginkan produsen mamin dibawah harus dibawah 80.

Sementara itu, Direktur Eksekutif  Asosiasi Industri Gula Rafinasi (Agri) H. M. Yamin  Rahman saat ditemui di Departemen Perindustrian (Depperin) mengakui kalau sekarang ini pihaknya sedang bernegosiasi dengan kalangan produsen mamin untuk transaksi gula rafinasi.

"Ini artinya sinyal positif bagi industri gula rafinasi dalam negeri, produsen mamin mau membeli lebih banyak lagi dari kami," ujar Yamin.

Namun sayangnya, Yamin enggan memberikan rincian barapa harga yang akan di lepas oleh produsen rafinasi kepada produsen mamin. (hen/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads