"Kami akan mencoba untuk mayoritas disana, nilai ekuitasnya Rp 400 miliar, nilai proyeknya Rp 2 triliun," katanya.
Hal tersebut disampaikan CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa di kantor Menneg BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/9/2008).
Dana untuk akuisisi akan diambil melalui pinjaman perbankan dan perseroan sudah mendapat komitmen dari bank dari Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, infrastruktur di Indonesia sangat lemah, "tentu dibutuhkan banyak investasi infrastruktur. Kami dari bosowa akan fokus ke sana. Selain tol, kami jg masuk ke infrastruktur kelistrikan," imbuhnya.
Bosowa Corporation sudah berdiri sejak 1973 dan saat ini menjadi salah satu korporasi besar di Indonesia yang memiliki 5 group business dengan 30 anak perusahaan tersebar di kota-kota besar Indonesia.
Bisnis Bosowa meliputi semen, industri rumput laut, tambang marmer, transportasi darat dan laut, operator taksi, properti dan jalan tol.
Perseroan memiliki proyek infrastruktur listrik di Jeneponto, Sulawesi Selatan. "Itu sedang dalam konstruksi. Kapasitasnya 250 MW. Kami juga sedang menjajaki membangun IPP di Sumatera dan Kalimantan," ujarnya. Kapasitasnya lebih kecil dari yang di Sulawesi, sebesar 50 MW. (ang/ddn)











































