Tambang ini dioperasikan oleh Gem Diamonds dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Gem Diamonds memiliki 80% porsi saham dan 20% sisanya dimiliki Antam.
Dalam siaran pers Gem Diamonds yang dikutip detikFinance, Selasa (9/9/2008), perusahaan menyatakan akan kembali membuka operasi tambang begitu prosedur penanganan limbah sudah tercapai dan termonitor dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbaikan penanganan limbah air, pemerintah daerah dan Gem Diamonds telah menyepakati sistem penanganan limbah air baru yang dibangun dengan dana investasi senilai US$ 100 ribu.
Menurut rilis tersebut, Kelompok Pengawasan Lingkungan Kalimantan Selatan telah melakukan peninjauan ke lokasi tersebut dan izin pun telah dikeluarkan untuk memompa limbah air dari lokasi tambang ke tempat percobaan.
"Penanganan limbah air dengan sistem ini diperkirakan tidak berpengaruh secara materil terhadap biaya penambangan di Tambang Cempaka," tambahnya.
Tambang berlian Cempaka sudah digarap sebagai tambang alluvial sejak 2004 melalui Kontrak Karya yang ditandatangani pada 1998. Kontrak ini berlangsung untuk 35 tahun.
(lih/ddn)











































