Minyak Melorot di Bawah US$ 100

Minyak Melorot di Bawah US$ 100

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2008 06:39 WIB
Minyak Melorot di Bawah US$ 100
Wina - Harga minyak mentah dunia untuk pertama kalinya turun hingga di bawah US$ 100 per barel, menyambut pertemuan OPEC yang digelar di Wina.

Pada perdagangan Selasa (9/9/2008) di London, minyak jenis Brent untuk pertama kalinya merosot hingga US$ 99,04 per barel, setelah April. Namun kontrak minyak Brent selanjutnya ditutup merosot 3,10 dolar ke level US$ 100,34 per barel.

Sementara kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober juga merosot hingga 3,08 dolar ke level US$ 103,26 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OPEC dalam pertemuannya kali ini diperkirakan tidak akan mengubah kuota produksinya yang kini sebesar 29,67 juta barel per hari. Namun secara realita, produksi negara-negara OPEC sebenarnya melebihi angka tersebut.

Arab Saudi tercatat sebagai negara yang kelebihan produksinya paling besar, setelah menaikkan produksinya pada Mei dan Juni. Sejumlah negara OPEC lainnya juga diminta untuk kembali ke kuota semula.

"Negara-negara harus mematuhi kuotanya sepanjang waktu, jadi kita katakan tidak akan ada penurunan produksi (sesuai target produksi resmi), namun mereka harus menghormati kuota yang sudah ditetapkan," ujar Menteri Perminyakan Kuwait, Mohammad Al-Olaim seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/9/2008).

Analis memperkirakan keputusan itulah yang akan diambil oleh OPEC. Produksi kembali ke kuota semula untuk mengurangi suplai di pasar, sementara keputusan pengurangan kuota akan dihindari karena hal itu tidak populer di kalangan negara-negara konsumen.

Menteri perminyakan Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan, komite penasihat OPEC telah merekomendasikan kartel minyak tersebut untuk mengurangi kelebihan produksi di atas kuota dan ini akan didiskusikan pada akhir sesi.

"Inilah yang kita sebut sebagai pemotongan," kata Ramirez yang mengacu pada kelebihan produksi.

Harga minyak menembus level tertingginya di US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu, namun selanjutnya turun karena berbagai faktor seperti apresiasi dolar AS.

Irak, Iran dan Venezuela sebelumnya menyatakan bahwa harga minyak minimal adalah US$ 100 per barel. Sementara sebagian analis menyabutkan, Arab Saudi menilai harga yang pas adalah US$ 80-90 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads