Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis kepada detikFinance, Rabu (10/9/2008).
Penambahan lifting itu merupakan hasil kesepakatan rapat panitia kerja asumsi RAPBN 2009 pada 9 September pukul 22.15 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lifting sebesar 960.000 barel per hari sudah termasuk tambahan dari minyak Chevron yang tadinya digunakan untuk swap dengan gas ConocoPhillips.
"DPR menghendaki agar pengolahan dan eksplorasi dilakukan lebih agresif sehingga gejala penurunan alamiah (declining rate) menjadi minimal dan lifting di tahun 2010 dan seterusnya dapat diprediksi lebih dini dalam bentuk roadmap yang jelas," ujarnya.
Asumsi lain yang disepakati adalah suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 8%, kurs rupiah terhadap dolar AS di Rp 9.100/US$, dan harga minyak US$ 100 per barel.
Asumsi yang harus diselesaikan dalam rapat berikutnya tinggal pertumbuhan ekonomi dimana pemerintah menargetkan sebesar 6,3 persen namun DPR menginginkan sebesar 6,4 persen.
Sementara asumsi yang belum disepakati adalah inflasi. Pemerintah menargetkan 6,5% sedangkan DPR mengingingkan inflasi yang lebih rendah di 6,2%. (ddn/qom)











































