"OPEC dengan berat hati mengabulkan keinginan Indonesia untuk menghentikan sementara keanggotaan penuh di organisasi ini," demikian pernyataan dari OPEC seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/9/2008).
"OPEC tetap berharap Indonesia dalam posisi untuk bergabung lagi dengan OPEC dalam waktu yang tidak terlalu lama," imbuh OPEC melalui pernyataan resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia akan bergabung lagi dengan OPEC jika produksinya kembali meningkat seiring upaya pemerintah untuk mendongkrak produksi.
"Jika produksi kami sudah kembali lagi pada level yang memberi kita status net eksportir, maka saya pikir kita akan segera kembali ke OPEC," kata Purnomo.
Indonesia bergabung dengan OPEC pada tahun 1961 dan membayar iuran ke OPEC sebesar 2 juta euro per tahunnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, produksi Indonesia terus turun, dan pada tahun 2009 diperkirakan produksi hanya 960.000 barel per hari atau turun 1,8 persen dibanding target 2008 sebesar 977.000 barel per hari.
Para KKS yang diminta menggenjot produksi minyaknya di Indonesia sudah menyerah dengan alasan sumur-sumur minyak yang sudah uzur.
(qom/ddn)











































