Indonesia Masih Kalah dari Negara Tetangga

Indonesia Masih Kalah dari Negara Tetangga

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2008 12:26 WIB
Indonesia Masih Kalah dari Negara Tetangga
Jakarta - Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga dalam hal kemudahan berbisnis. Negara tetangga lebih cepat dalam mereformasi kebijakannya.

Dalam laporan Doing Business 2009 yang diluncurkan oleh IFC (International Finance Corporation) Indonesia menduduki peringkat 129 dalam hal kemudahan berbisnis.

"Sementara negara tetangga seperti Vietnam menduduki posisi 92, Malaysia menduduki 25 dan Thailand menduduki peringkat 19," ujar Operation Analyst IFC Fararatri Widyadari dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (10/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reformasi kebijakan yang dilakukan Indonesia masih kalah dengan perbaikan kebijakan yang dilakukan oleh berbagai negara, hal ini yang menyebabkan posisi Indonesia cukup jauh di bawah. Indonesia juga dinilai malah mempersulit kemudahan untuk memulai usaha.

"Perlu gebrakan kebijakan lebih baik untuk mendukung iklim usaha di Indonesia," ujarnya. IFC menilai untuk kemudahan mendirikan usaha baru, Indonesia mengalami perubahan yang negatif, sehingga tidak kondusif bagi iklim usaha.

Peringkat kemudahan berusaha Indonesia sempat naik menjadi posisi 123 dari 178 negara dalam daftar "Doing Business 2008" tahun lalu. Namun IFC kemudian menambah lagi 3 negara yang disurvei yakni Bahama, Bahrain dan Qatar sehingga total negaranya menjadi 181 negara.

Tetapi akibatnya peringkat Indonesia dalam Doing Business malah turun ke peringkat menjadi 127. Dan dalam Doing Business 2009, Indonesia malah turun lagi menjadi 129.

Untuk negara berkembang dalam laporan ini, Cina menduduki peringkat teratas dalam melakukan reformasi untuk memudahkan pelaku usaha medndapatkan pembiayaan, membayar pajak dan menyelesaikan perselisihan dalam kontrak. Thailand, Kamboja dan Malaysia juga termasuk jajaran atas dalam mereformasi kebijakan usaha di negaranya.

Peringkat pertama dalam kemudahan bisnis berdasarkan laporan tersebut adalah Singapura, kedua Selandia Baru dan ketiga Amerika Serikat.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads