"Mungkin akan sedikit dibawah itu (15%), tapi masih diatas 10%," ujar Mari disela seminar ADB di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9/2008).
Mari menegaskan pemerintah tetap optimis pertumbuhan FDI masih akan lebih tinggi dari tahun lalu. Hal ini bisa dilihat dari FDI yang sudah tumbuh 12% pada semester pertama 200. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan total tahun lalu yang sebesar 9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari menyatakan tingginya ekspor hingga Juli memang lebih didorong karena kenaikan harga komoditi yang cukup tinggi. Karena itu, agar tidak terlalu tergantung dengan komoditas, maka Indonesia harus segera mendiversifikasikan ekspornya ke non komoditi.
"Apalagi pasar di Asia masih tinggi. Kita harus tingkatkan promosi ke pasar Asia dan Timur Tengah dan Eropa Timur karena pertumbuhan tinggi sebagai produen minyak," katanya.
(lih/qom)











































