Sharp Investasi Rp 209 Miliar

Sharp Investasi Rp 209 Miliar

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2008 13:34 WIB
Sharp Investasi Rp 209 Miliar
Jakarta - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan membangun line pabrik baru untuk kulkas dan mesin cuci dengan nilai investasi Rp 140 miliar periode tahun fiskal 2008. Total dana yang diinvestasikan Sharp hingga 2009 mencapai Rp 209 miliar.

Investasi ini diharapkan menjadi pengganti line produksi produk audio yang telah dihentikan awal tahun lalu.

"Investasi 2008 sebanyak Rp 140 miliar, Rp 100 miliar untuk kulkas line produksi baru, karena ada permintaan yang besar. Rp 40 miliar untuk memperluas kapasitas di mesin cuci," kata Presiden Direktur PT SEID Fumihiro Irie dalam acara konferensi pers di pabrik Sharp, Pulogadung, Jakarta, Kamis (11/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya pada Februari tahun 2008, SEID mulai menghentikan produksi audionya karena dinilai sudah tidak kompetitif, sehingga keputusan menggarap perluasan investasi kulkas dan mesin cuci menjadi jawaban terhadap keputusan itu.

"Audio kurang diharapkan maka sejak Februasi kita berhenti, kita berinvestasi di mesin cuci sebagai penggantinya," jelasnya.

Mengenai rencana investasi tahun 2009 nanti, ia masih belum merinci lebih lanjut karena masih fokus untuk menggarap penambahan line produksi untuk kulkas dan mesin cuci.

"Investasi 2009 belum ada yang konkrit, Pabrik baru mesin cuci barang kali satu dua bulan lagi akan kita umumkan," katanya.

Saham PT SEID hingga kini 93% dipegang oleh Sharp Corporation Jepang, sedangkan sisanya dimiliki oleh investor lokal. Pada tahun 2008 ini Sharp Corporation grup berkomitmen berinvestasi di seluruh dunia sebesar US$ 3 miliar, yang mencakup di 14 negara terdiri dari 24 pabrik di luar Jepang.

Targetkan Rp 4 Triliun Tahun 2009


Sharp juga menargetkan pengusaan pangsa pasar hingga 25% pada tahun 2009. Untuk mencapai tersebut, sharp optimis mampu memperoleh penjualan Rp 4 triliun pada tahun 2009.

"Kami targetkan Rp 4 triliun dengan penjualan mengharapkan pangsa pasar 25%," jelas Presiden Direktur PT SEID Fumihiro Irie.

Ia menambahkan pada tahun ini, sangat optimis penjualan bisa diraih hingga Rp 3,8 triliun. Hingga April sampai Agustus pangsa pasar produk elektronik regional tumbuh sebanyak 120% sampai 125%, sedangkan Sharp sendiri dalam pasar domestik mencapai pertumbuhan 130%, artinya lebih tinggi dari trend pertumbuhan market regional.

"Pemicunya TV, kulkas dan mesin cuci, ini cukup membantu TV LCD juga berkontribusi. Untuk TV 29% pasarnya untuk domestik. Kapasitas produksi TV kita 1,7 juta unit, sekarang ini kita produksi 1,5 juta per tahun," jelasnya.

(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads