PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) lah yang tengah digembleng pemerintah untuk menjadi '"Temasek' dari Indonesia. Sebagai batu pertama persiapan itu, dana restrukturisasi BUMN yang dialirkan ke PPA akan ditambah lagi tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di kantor BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
"Tahun depan mudah-mudahan kalau dapat izin dari DPR kita tambah lagi dana restrukturisasi, sehingga PPA nantinya bisa cikal bakal Temasek masa depan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya Rp 1,57 triliun untuk dana restrukturisasi di dalamnya termasuk untuk Merpati, tapi itu semua masih perlu PP, tapi kemudian masih ada keuntungan PPA yang bisa di-convert sebagai equity mereka," ujarnya.
PPA nantinya akan menangani BUMN yang akan IPO. BUMN itu akan disehatkan dulu oleh PPA sebelum kemudian dijual.
"Jadi PPA akan menjadi perusahaan yang besar. Dana 1,5 triliun termasuk Rp 300 miliar untuk Merpati, tapi PPA punya keuntungan yang ditahan selama ini, itu bisa ditambah jadi equity," imbuhnya lagi.
Sofyan yakin, begitu Merpati beres ditangani PPA, akan banyak lagi BUMN yang dikelola PPA. "Yang pasti bukan rugi yang parah, tapi masalahnya BUMN dalam keadaan misalnya butuh kredit enhancement, karena mereka kolektabilitas 5 kita perlu kredit enhancement bayar dulu bank jadi kolektabilitas 1, nanti uangnya diambil kembali jadi bridging saja. Potensi PPA bagus sekali," jelasnya. (ang/ddn)











































