Ketua Tim Percepatan Program 10.000 MW Yogo Pratomo menjelaskan, sisa kebutuhan dana ini akan dicari dari perbankan dalam negeri maupun luar negeri.
"Diharapkan bisa diperoleh secepatnya sehingga dengan perkembangan pendanaan yang kondisinya positif bisa memperlancar pembangunan proyek 10.000 MW," katanya disela buka puasa bersama Departemen ESDM di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"US$ 1,9 miliar diharapkan akhir tahun dari China tapi saya belum boleh menyebutkan. US$ 1 miliar akan dicari tahun depan, jadi diharapkan tahun ini selesai US$ 3,4 miliar (termasuk yang sudah ditandatangan US$ 1,5 miliar)," katanya.
Sementara untuk kebutuhan rupiah yang secara total mencapai Rp 17,3 triliun, sebanyak Rp 14 triliun diantaranya sudah berhasil diamankan dari bank dalam negeri dan luar negeri. Sisanya Rp 3,3 triliun diharapkan juga bisa diamankan akhir tahun.
Terkait eskalasi untuk penghitungan biaya pembangunan proyek, Yogo menyatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil dari hitungan BPKP.
(lih/qom)










































