Belanja Minim, Defisit APBNP 2008 Bisa di Bawah 1,9%

Belanja Minim, Defisit APBNP 2008 Bisa di Bawah 1,9%

- detikFinance
Sabtu, 13 Sep 2008 00:07 WIB
Belanja Minim, Defisit APBNP 2008 Bisa di Bawah 1,9%
Jakarta - Defisit APBN-P 2009 kemungkinan besar akan di bawah target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 2,1%. Hal ini dikarenakan sampai saat ini kinerja belanja pemerintah masih jauh di bawah target, apalagi penerimaan negara meningkat.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara buka puasa di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (12/9/2008).

"Bahkan defisit pada APBN-P 2008 bisa lebih rendah dari 1,9%. Selain karena kinerja belanja yang di bawah target, juga karena penurunan harga minyak membuat beban subsidi menurun dan ini membantu penurunan defisit," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Sri Mulyani, penerimaan negara saat ini naik cukup besar yang berasal dari Pajak dan Bea Cukai.

"Dan saya juga mengharapkan Pak Hadiyanto (Dirjen Kekayaan Negara) bisa memberikan kontribusi penerimaan seperti dari royalti batubara," katanya.

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, pelemahan nilai rupiah terhadap dolar, maka akan memperbesar pemasukan negara dalam bentuk dolar. "Kan jika dirupiahkan nilainya akan lebih besar," jelasnya.

Sementara mengenai penerbitan SUN untuk menutup defisit anggaran, Sri Mulyani mengatakan pemerintah melakukan akurasi prediksi dari penerimaan dan belanja sampai akhir tahun.

"Dari situ akan muncul kebutuhan pembiayaan, artinya defisit tidak seperti di APBN-P karena revenue lebih cepat, kita lihat dalam 3 bulan ini apakah jumlah penerbitan SUN akan dikurangi dari targetnya (Rp 157 triliun) atau tidak," ujarnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads