Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara buka puasa di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (12/9/2008).
"Bahkan defisit pada APBN-P 2008 bisa lebih rendah dari 1,9%. Selain karena kinerja belanja yang di bawah target, juga karena penurunan harga minyak membuat beban subsidi menurun dan ini membantu penurunan defisit," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saya juga mengharapkan Pak Hadiyanto (Dirjen Kekayaan Negara) bisa memberikan kontribusi penerimaan seperti dari royalti batubara," katanya.
Selain itu, lanjut Sri Mulyani, pelemahan nilai rupiah terhadap dolar, maka akan memperbesar pemasukan negara dalam bentuk dolar. "Kan jika dirupiahkan nilainya akan lebih besar," jelasnya.
Sementara mengenai penerbitan SUN untuk menutup defisit anggaran, Sri Mulyani mengatakan pemerintah melakukan akurasi prediksi dari penerimaan dan belanja sampai akhir tahun.
"Dari situ akan muncul kebutuhan pembiayaan, artinya defisit tidak seperti di APBN-P karena revenue lebih cepat, kita lihat dalam 3 bulan ini apakah jumlah penerbitan SUN akan dikurangi dari targetnya (Rp 157 triliun) atau tidak," ujarnya. (dnl/qom)











































