Harga Beras Turun Akibat Suplai Melimpah

Laporan dari Roma

Harga Beras Turun Akibat Suplai Melimpah

- detikFinance
Sabtu, 13 Sep 2008 22:50 WIB
Harga Beras Turun Akibat Suplai Melimpah
Roma - Tren penurunan harga beras dunia saat ini disebabkan semakin meningkatnya suplai beras ke pasar dunia.

Hal itu disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin kepada detikfinance berdasarkan informasi dari C. Calpe, Ekonom Senior FAO dan sekaligus Sekretaris dari Intergovernmental Group on Rice pada Devisi Perdagangan dan Pasar FAO, Kamis (11/8/2008).

Mengutip Calpe, Erizal menuturkan bahwa masih sulit memastikan apakah kecenderungan harga ini akan terus berlanjut karena masih sangat tergantung kepada tingkat produksi pada musim panen berikutnya di bulan Oktober dan Nopember nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munculnya angin topan yang melanda Amerika Tengah nampaknya juga akan sedikit mengerem laju penurunan harga beras ini. Di samping itu fenomena bencana alam yang sangat mempengaruhi tingkat kebutuhan negara importir beras seperti Philipina dan Indonesia, juga menjadi penentu sehingga fluktuasi harga ini masih labil dan sulit diprediksi.

Membaca tren 3 bulan terakhir, Erizal memperkirakan bahwa harga beras dunia nampaknya akan terus mengalami penurunan, meskipun harga yang ada ini tetap saja jauh di atas harga beras dunia di era 2007.

"Pengamatan perlu selalu dilakukan khususnya melihat tekanan penurunan beras dari Vietnam dan Thailand yang mencapai kisaran di atas 20% dibandingkan bulan Mei 2008 yang lalu," kata Erizal.

Ditambahkan bahwa perlu juga dianalisis apakah penurunan harga ini karena negara-negara tersebut melonggarkan pembatasan ekspor atau karena memang produksi mereka yang tinggi. Pengamatan ini penting terkait dengan kesetabilan harga beras di kawasan ASEAN yang tentunya akan berimbas langsung terhadap harga beras dalam negeri.

Jika harga beras internasional lebih rendah dari harga beras dalam negeri, maka akan besar kemungkinan beras impor masuk dan pada akhirnya menekan harga beras dalam negeri. "Imbas selanjutnya tentunya akan terkena ke petani sebagai produser beras," demikian Erizal.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads