Catatan hasil transaksi dagang sementara itu diperoleh dari mengikuti salah satu pameran perhiasan bergengsi di dunia selama lima hari, 6-10/9/2008. Para pembeli berasal dari Italia, Perancis, Jerman, Inggeris, Swiss, Spanyol, Portugal, Estonia, Junani, Kroasia, Korea dan Jepang.
Adapun produk perhiasan yang dipamerkan berasal dari bahan baku emas, perak, gem stone, mutiara, kombinasi kayu ebony, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Display perhiasan dari Indonesia dinilai cukup berkualitas karena umumnya diproduksi secara handmade dan sebelumnya telah diseleksi oleh event organizer," tutur Atase Perdagangan KBRI Roma Frank Kandou kepada detikfinance, Jumat (12/9/2008).
Pameran perhiasan VicenzaOro Choice, Italia, itu diikuti oleh 1.500 exhibitor, menempati 11 paviliun berasal dari berbagai kawasan antara lain: Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, dan Asia.
Adapun pengunjung pameran tercatat 17.000 orang terdiri dari kalangan terbatas, bukan untuk retail. Mereka adalah para importir (whole seller), operator butik, toko dan outlet perhiasan serta disainer dari berbagai negara yang selama ini menggeluti bisnis perhiasan serta mencari top quality dan memiliki tren masa kini.
Menurut Frank, untuk mengikuti pameran ini sangat sulit karena banyaknya peserta yang berminat dan memerlukan waktu panjang. "Waitinglist-nya kurang lebih 4 tahun," ujar Frank, seraya menambahkan bahwa KBRI Roma telah berhasil masuk ke pameran perhiasan kelas dunia itu sejak 2007.
Untuk 2008 ini KBRI Roma berkerjasama dengan BPEN Departemen Perdagangan dan memfasilitasi 11 pengusaha perhiasan yang datang dari berbagai daerah. Mereka menempati paviliun internasional seluas 82 m2, yang juga ditempati pesaing dari kawasan Asia seperti Thailand, China/Hongkong dan India. (es/es)










































