Hak Paten Rangkap Kerap Rugikan IKM

Hak Paten Rangkap Kerap Rugikan IKM

- detikFinance
Minggu, 14 Sep 2008 12:20 WIB
Hak Paten Rangkap Kerap Rugikan IKM
Jakarta - Kasus hak paten rangkap ternyata sudah sering terjadi. Departemen Perindustrian (Depperin) menemukan, pada ujungnya selalu Industri Kecil Menengah (IKM) yang menjadi korban karena berada di posisi yang lemah.

Belum lama ini kasus sengketa paten para perajin perak di Bali dengan seorang desainer perak asing (John Hardy), yang berujung pada penangkapan para perajin perak di Bali.

"Dalam kasus ini John Hardy mengaku sebagai desain produk, perajin itu juga punya
hak paten yang sama. Saya sedang pelajari kenapa bisa sama, saya tidak mengatakan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditjen Haki yang salah," ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Depperin, Fauzi
Aziz saat dihubungi detikFinance, Minggu (14/9/2008).

Dikatakannya masalah semacam ini sudah beberapa kali terjadi menimpa para perajin
lokal, sehingga ia menghimbau pada perajin di seluruh Indonesia untuk lebih sadar
terhadap produk-produk mereka yang memiliki nilai tinggi untuk bisa dipatenkan.

"Urusan kita di Depperin hanya bisa memfasilitasi, kita mengharapkan produk yang
bernilai tambah tinggi segera mungkin mendaftarkan ke Haki. Kalau IKM yang kita bantu untuk didaftarkan ada di dinas-dinas perindustrian provinsi," jelasnya.

Biaya pengurusan hak paten dikatakannya berbeda-beda dan jangka waktunya pun berbeda, ada yang bulanan atau bahkan sampai tahunan. "Setahu saya senilai Rp 450.000, tapi tergantung jenis barangnya," jelasnya.

Dalam kasus sengkata paten di Bali, ia mengatakan sekarang ini sedang ditangani oleh
Ditjen Haki Depkumham. Ia menambahkan dalam kasus-kasus sengketa paten
sebelumnya, biasanya yang lebih dulu mematenkan akan keluar menjadi pemegang
hak paten tersebut.

"Biasanya secara legal formal, yang dapat duluan menjadi haknya. Sebenarnya ini
masalah kecermatan. Kelihatannya dalam kasus ini, dia (John Hardy) duluan," jelasnya. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads