Demikian siaran pers dari Badan Kebijakan Fiskal yang diterima detikFinance, Senin (15/9/2008).
Belanja pemerintah memang belum mencapai target, pengeluaran subsidi BBM juga diperkirakan berkurang karena pengurangan harga minyak dunia, sehingga mengurangi total pengeluaran pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, pemerintah hanya menargertkan penerbitan surat utang menjadi sekitar Rp 102 triliun di tahun ini.Sebelumnya dalam APBN-P 2008 pemerintah menargetkan penerbitan surat utang netto sebesar Rp 117 triliun.
APBN Aman Dari Gejolak Pasar
Secara makro keadaan dan prospek likuiditas di Indonesia diyakini tetap terjaga di tengah gejolak pasar global dan pasar keuangan domesti yang telah membawa dampak kepada indeks harga saham pasar surat utang, maupun rupiah.
Terjaganya likuiditas ditandai dengan gambaran APBN sampai dengan Agustus di mana realisasi pendapatan negara khususnya di pajak naik 46 persen sehingga penerimaan negara keseluruhan melampaui target 68 persen dari APBNP 2008. (ddn/qom)











































