Defisit APBN Turun Jadi 1,7%

Defisit APBN Turun Jadi 1,7%

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 11:58 WIB
Defisit APBN Turun Jadi 1,7%
Jakarta - Pengeluaran belanja yang belum maksimal hingga September ini berdampak pada pengurangan defisit. Defisit tahun ini diperkirakan hanya sebesar 1,7 persen atau turun dibanding target sebelumnya 2,1 persen.

Demikian siaran pers dari Badan Kebijakan Fiskal yang diterima detikFinance, Senin (15/9/2008).

Belanja pemerintah memang belum mencapai target, pengeluaran subsidi BBM juga diperkirakan berkurang karena pengurangan harga minyak dunia, sehingga mengurangi total pengeluaran pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan penurunan defisit tersebut maka kebutuhan pembiayaan dari surat utang, akan menurun sekitar Rp 15 triliun," demikian bunyi siaran pers tersebut.

Dengan demikian, pemerintah hanya menargertkan penerbitan surat utang menjadi sekitar Rp 102 triliun di tahun ini.Sebelumnya dalam APBN-P 2008 pemerintah menargetkan penerbitan surat utang netto sebesar Rp 117 triliun.

APBN Aman Dari Gejolak Pasar


Secara makro keadaan dan prospek likuiditas di Indonesia diyakini tetap terjaga di tengah gejolak pasar global dan pasar keuangan domesti yang telah membawa dampak kepada indeks harga saham pasar surat utang, maupun rupiah.

Terjaganya likuiditas ditandai dengan gambaran APBN sampai dengan Agustus di mana realisasi pendapatan negara khususnya di pajak naik 46 persen sehingga penerimaan negara keseluruhan melampaui target 68 persen dari APBNP 2008. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads