Program ini difokuskan untuk pengadaan beras dari daerah surplus beras ke daerah defisit sehingga Bulog tidak perlu menyewa kapal namun diserahkan ke mitra Bulog (swasta).
Demikian dikatakan oleh Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar usai acara Kunjungan Kerja di Pasar Johar Karawang, Senin (15/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan selama ini biaya ongkos angkut berdasarkan hitungan Bulog jika dilakukan oleh Bulog mencapai Rp 580 per kg beras sedangkan untuk swasta hanya Rp 480 per kilo nya. Hal ini terjadi telah ada pemangkasan distribusi angkutan, tanpa melalui gudang Bulog yang mengalami surplus beras ke gudang Bulog yang mengalami defisit.
"Kita melalui program ini mendapat pengadaan beras tambahan sebanyak 430.000 ton," ujarnya.
Pengadaan jarak jauh merupakan serangkaian program pengadaan beras oleh Bulog termasuk pengadaan melalui HPP, non-HPP, crash program dengan Departemen Pertanian dan pengadaan jarak jauh. (hen/ir)











































