Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara kunjungan kerja di Karawang, Senin (15/9/2008).
"Ketika saya masuk (Bulog) laporan keuangan Bulog 2006 mengalami defisit Rp 600 miliar, kalau perlu tahun ini kita nol-kan, pada tahun 2007 lalu hanya tinggal Rp 300 miliar," kata Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan tahun 2008 kita bisa nol-kan, 2009 kita bisa cetak surplus," katanya dengan optimis.
Menurutnya target tersebut sangat realistis dengan kondisi Bulog sekarang, terutama setelah ada upaya dari manajemen Bulog melakukan kenaikan gaji bagi pegawainya pada tahun ini setelah tidak mengalami kenaikan selama beberapa tahun. Sehingga diharapkan kinerja pegawai Bulog harus lebih ditingkatkan lagi.
Ia juga tidak segan-segan memberikan sanksi dengan taruhan jabatan bagi anak buahnya yang tidak mencapai target termasuk target pengadaan beras.
"Ini tidak main-main, karena ini taruhannya jabatan terutama bagi kepala devisi regional," jelasnya.
Mustafa menjelaskan sekarang ini setidaknya untuk setingkat kepala biro telah terjadi kenaikan gaji sebesar 20%. Misalnya dari Rp 8,6 juta menjadi Rp 6,8 juta.
"Taruhannya kontrak jabatan, harus dengan cara seperti itu, sekarang ini kita sudah dipercaya oleh pemerintah, DPR, LSM sudah tidak terlalu menyoroti Bulog, ini harus dijaga," pesannya. (hen/ir)











































