Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai bertemu Meneg BUMN di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/9/2008).
"Untuk GMF kami targetkan tahun ini pendapatannya bisa meningkat hingga 20% dari tahun sebelumnya," katanya.
Tahun sebelumnya, GMF membukukan pendapatan hingga Rp 1,5 triliun, berarti target pendapatan GMF tahun ini adalah Rp 1,8 triliun.
"Target tersebut akan kami raih dengan cara meningkatkan nilai perusahaan dan menambah kontrak-kontrak baru," jelasnya.
Ia menambahkan, akan mengkaji kemungkinan rencana GMF untuk melakukan penawaran saham umum perdana alias initial public offering (IPO) lebih dulu daripada induk perusahaan.
"Ya masih kita lihat dulu, yang penting mereka bisa mendapatkan proyek yang lebih besar," urainya.
Sebelumnya saham GMF diminati KLM salah satu maskapai penerbangan Eropa yakni KLM. KLM ingin menguasai sebagian saham GMF, namun pemerintah menolak tawaran itu.
"Sesuai pernyataan Menteri, penawaran itu kita tolak. Kita hanya ingin peningkatan kerjasama GMF dan KLM dalam menangkap peluang penambahan kapasitas perbaikan dan perawatan pesawat," katanya. (ang/ddn)











































