ADB: Inflasi RI 2008 Capai 10,2%

ADB: Inflasi RI 2008 Capai 10,2%

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 10:39 WIB
ADB: Inflasi RI 2008 Capai 10,2%
Hong Kong - Bank Pembangunan Asia (ADB) memperingatkan tingginya angka inflasi di kawasan Asia. Di Indonesia, ADB memperkirakan angka inflasi tahun ini akan menembus 10 persen yakni tepatnya 10,2 persen.

Demikian laporan terbaru ADB, Asian Development Outlook (ADO) 2008 terbaru yang dikutip detikFinance, Selasa (16/9/2008).

Inflasi meningkat cepat akibat tingginya harga makanan. Pada 6 bulan pertama tahun 2008 saja inflasi sudah mencapai 8,9 persen dan di bulan Juli, inflasi tercatat sebesar 11,9 persen tertinggi selama 22 bulan terakhir. Inflasi juga terpicu oleh kenaikan harga BBM pada bulan Mei 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya Indonesia yang mengalami inflasi tinggi, negara Asia Tenggara lain yakni Kamboja, Republik Laos, Filipina, dan Vietnam juga mengalami inflasi double digit.

Sedangkan inflasi di Asia Pasifik akan meningkat menjadi 7,8% dari perkiraan semula sebesar 5,1%. Pada tahun 2009 inflasi bisa mencapai 6,0%.

Inflasi terjadi karena harga minyak dan bahan makanan internasional yang terus meningkat, inflasi yang terus tinggi dan perlambatan ekonomi yang berkepanjangan di negara-negara industri, merupakan faktor-faktor yang membayangi perkiraan perkembangan ekonomi di Asia.

Meskipun harga minyak akan turun dalam jangka pendek, harga minyak akan tetap tinggi dan bergejolak dalam jangka panjang.

"Harga minyak yang tinggi ini akan terus bertahan dan karena harga bahan makanan sangat dipengaruhi oleh harga minyak, maka harga bahan makanan juga akan tetap tinggi," kata Ifzal Ali, Kepala Ekonom ADB.

Laporan ADB itu juga memperingatkan bahwa inflasi yang melonjak di seluruh negara-negara berkembang di kawasan Asia tidak semata-mata disebabkan oleh faktor dorongan biaya (cost push factors) seperti harga komoditas global yang tinggi.

Analisa dalam ADO Update menunjukkan bahwa faktor dorongan permintaan (demand pull factors) terutama kelebihan permintaan (excess aggregate demand) dan ekspektasi inflasi, lebih memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi harga domestik.

Inflasi di kawasan Asia Tenggara diperkirakan berlipat ganda menjadi 9,4 persen di 2008 sebelum kembali melemah di 6,9 persen pada 2009.

Pertumbuhan Melambat


Akibat tingginya inflasi ini, pertumbuhan di kawasan ini juga diperkirakan melambat dari 6,5 persen di 2007 menjadi 5,4 persen di 2008. Untuk di Indonesia, ADB memperkirakan pertumbuhannya hanya sebesar 6,2 persen pada tahun 2008 dan tahun 2009.

Pelemahan pertumbuhan di negara G3 yakni AS, Eropa dan Jepang diperkirakan masih akan terjadi hingga tahun 2009.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads