Ekonomi Jepang Terpukul oleh Kisruh di Wall Street

Ekonomi Jepang Terpukul oleh Kisruh di Wall Street

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 11:31 WIB
Ekonomi Jepang Terpukul oleh Kisruh di Wall Street
Tokyo - Kekisruhan di Wall Street bisa dipastikan akan memukul perekonomian Jepang. Negara paling top di Asia itu selama ini sangat menggantungkan diri pada ekspor, sehingga gejolak tersebut dikhawatirkan akan menggerus tingkat permintaan.

"Perekonomian Jepang tergantung para permintaan eksternal untuk pertumbuhannya," ujar Kaoru Yosano, Menteri Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Jepang seperti dikutip dari AFP, Selasa (16/9/2008).

"Gejolak ini tak bisa dihindari lagi akan mengurangi permintaan AS atas produk-produk ekspor Jepang dan ini akan mempengaruhi perekonomian Jepang secara keseluruhan,"ujar Yosano.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yosano yang juga menjadi kandidat PM Jepang ini menambahkan, negaranya sama sekali tidak menginginkan terjadinya gejolak di pasar finansial. Pernyataan itu disampaikan setelah yen menguat tajam atas dolar AS, pasca Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya.

Para eksportir Jepang sendiri menginginkan yen yang melemah karena membuat produk-produk mereka lebih kompetitif.

Unit Lehman di Jepang juga Bangkrut

Unit Lehman Brothers di Jepang juga mendaftarkan perlindungan kebangkrutan di Pengadilan Negeri Tokyo. Unit tersebut memiliki liabilitis 3,9 triliun yen, dan tercatat sebagai kebangkrutan terbesar kedua setelah perang dunia kedua.

Kebangkrutan pertama terbesar dicatat oleh Kyoei Life Insurance yang memiliki liabilitis 4,53 triliun yen pada Oktober 2000.

Akibat kekisruhan di Wall Street, bursa Tokyo pun dilanda aksi jual besar-besaran. Indeks Nikkei-225 ditutup anjlok 618,67 poin (5,06%) ke level 11.596,09. Ini adalah penurunan intraday terbesar sejak Juli 2005. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads