Β
Hal tersebut disampaikan Ketua Hiswana Migas Nur Adib ketika dihubungi detikFinance, Selasa (16/9/2008).
Β
"Bisa naik sampai dengan 15 -25%. Dari H-7 sampai H+7, tergantung di arah mana dia lokasinya berada," katanya.
Β
Kenaikan ini memang tidak terlalu besar karena menurut Nur Adib, kebanyakan kendaraan sudah mengisi tangki bensinnya penuh sejak berangkat. Apalagi saat ini, banyak jalur alternatif yang tersedia sehingga volume kendaraan di jalan Pantura berkurang.
Β
Pada saat arus mudik dan arus balik, lokasi memang menentukan. Pada masa arus mudik mulai seminggu sebelum Lebaran, SPBU yang laris adalah sebelah kiri dari arah Barat. Sementara pada masa arus balik, SPBU yang laris adalah yang berada di seberangnya.
Β
"Kan waktu mudik di sebelah kiri (yang ramai), sedang waktu pulang di seberangnya. Dan rata-rata mereka penuhin BBM dari Jakarta. Apalagi takut macet, pada ambil jalur alternatif," katanya.
Β
Selain itu, pada masa mudik yang jatuh pada bulan puasa, keramaian biasanya hanya terjadi pada sore hari, sementara pada siang hari lebih sepi.
(lih/ddn)










































