"Dengan kondisi begini, mereka bisa menjadi importir lagi, karena pada dasarnya mereka ini awalnya adalah importir," kata Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo, saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/9/2008).
Menurutnya, langkah produsen untuk kembali menjadi importir sangat besar mengingat secara bisnis tentunya akan lebih menguntungkan dari pada harus menjadi produsen LHE dengan berbagai risiko seperti tenaga kerja, investasi barang modal dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu ia berencana akan mengadukan hal ini kepada Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) perihal membanjirnya impor LHE asal China. Sehingga ancaman terganggunya industri LHE dalam negeri bisa segera diatasi
"Kita mau menanyakan kepada KADI, apakah akan diterapkan safeguard atau anti dumping, kalau tidak maka selesai industri kita. Sekarang saja saya kira sudah terjadi injure," paparnya.
Patut diakui, hingga kini China menjadi negara terbesar memproduksi LHE di dunia dengan kapasitas produksi sebanyak 8 miliar unit LHE per tahun yang ditopang oleh 400-an pabrik.
"Yang saya kira masih bisa bertahan dari 14 produsen yang ada itu cuma PT Sentra Solusi Elektrindo, PT Gunawan Elektrindo, PT Ningbo Indonesia dan Hikari karena ini yang gede-gede," ujar John
Beberapa produsen lainnya diantaranya PT Hikari berlokasi di Jakarta, PT Sinar Angkasa Rungkut di Surabaya, PT Nikkatsu Electric Works di Bandung, PT Niko Indonesia di Semarang, PT Lentera Jaya di Mojokerto, PT Sinko Prima Alloy di Surabaya, PT Tjipto Langgeng Abadi di Sidoarjo, PT Logam Martha Asri Prima di Jakarta, PT Citra Hannochs di Medan, PT Pacific Mitra Interniaga di Tengarang dan PT Wika di Jakarta.
Ancaman Terjadinya PHK
John memperkirakan apabila hingga akhir tahun kondisinya tidak berubah maka, ancaman PHK bagi karyawan para produsen LHE tidak terhindarkan. Hingga kini setidaknya dari 14 produsen LHE terdapat 4500 tenaga kerja yang terserap disektor ini.
"Soal tenaga kerja menjadi ancaman, selama ini mereka hampir 50% memakai outsourcing, sisanya tenaga sendiri. Sampai akhir tahun, kontrak selesai yah selamat tinggal," keluhnya. (hen/ir)











































