10 Produsen LHE Lokal Terancam Menjadi Importir

10 Produsen LHE Lokal Terancam Menjadi Importir

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 14:23 WIB
10 Produsen LHE Lokal Terancam Menjadi Importir
Jakarta - Sebanyak 10 produsen lampu hemat energi (LHE) terancam menjadi importir karena membanjirnya kembali produk LHE asal China. Murahnya harga dan rendahnya bea masuk membuat produk impor LHE tidak terbendung lagi menembus pasar dalam negeri.

"Dengan kondisi begini, mereka bisa menjadi importir lagi, karena pada dasarnya mereka ini awalnya adalah importir," kata Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo, saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/9/2008).

Menurutnya, langkah produsen untuk kembali menjadi importir sangat besar mengingat secara bisnis tentunya akan lebih menguntungkan dari pada harus menjadi produsen LHE dengan berbagai risiko seperti tenaga kerja, investasi barang modal dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diam-diam mereka bisa menjadi importir, atau sedang mengarah menjadi importir. Indikasinya kalau barangnya masih ada di pasar tapi sudah tidak produksi lagi," jelas John.

Untuk itu ia berencana akan mengadukan hal ini kepada Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) perihal membanjirnya impor LHE asal China. Sehingga ancaman terganggunya industri LHE dalam negeri bisa segera diatasi

"Kita mau menanyakan kepada KADI, apakah akan diterapkan safeguard atau  anti dumping, kalau tidak maka selesai industri kita. Sekarang saja saya kira sudah terjadi injure," paparnya.

Patut diakui, hingga kini China menjadi negara terbesar memproduksi LHE di dunia dengan kapasitas produksi sebanyak 8 miliar unit LHE per tahun yang ditopang oleh 400-an pabrik.

"Yang saya kira masih bisa bertahan dari 14 produsen yang ada itu cuma PT Sentra Solusi Elektrindo, PT Gunawan Elektrindo, PT Ningbo Indonesia dan Hikari karena ini yang gede-gede," ujar John

Beberapa produsen lainnya diantaranya PT Hikari berlokasi di Jakarta, PT Sinar Angkasa Rungkut di Surabaya, PT Nikkatsu Electric Works di Bandung, PT Niko Indonesia di Semarang, PT Lentera Jaya di Mojokerto, PT Sinko Prima Alloy di Surabaya, PT Tjipto Langgeng Abadi di Sidoarjo, PT Logam Martha Asri Prima di Jakarta, PT Citra Hannochs di Medan, PT Pacific Mitra Interniaga di Tengarang dan PT Wika di Jakarta.

Ancaman Terjadinya PHK


John memperkirakan apabila hingga akhir tahun kondisinya tidak berubah maka, ancaman PHK bagi karyawan para produsen LHE tidak terhindarkan. Hingga kini setidaknya dari 14 produsen LHE terdapat 4500 tenaga kerja yang terserap disektor ini.

"Soal tenaga kerja menjadi ancaman, selama ini mereka hampir 50% memakai outsourcing, sisanya tenaga sendiri. Sampai akhir tahun, kontrak selesai yah selamat tinggal," keluhnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads