Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/9/2008).
Purnomo mengungkapkan, untuk elpiji tersedia stok hingga 14 hari, sementara BBM cukup untuk 22 hari. "Itu sangat mencukupi," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam operasional selalu saja ada masalah, seperti di Jambi dan Kalsel itu ada pendangkalan sungai. Juga bisa pendangkalan di pelabuhan," katanya.
Jadi masih ada kemungkinan kerawanan suplai karena masalah distribusi? "Ya bisa jadi, karena ada masalah operasional tadi. Untuk elpiji masih ada kerawanan, di Jabar, Jateng dan Jatim. Masalahnya masih sama di soal suplai, oleh karena itu kita harus over stock," katanya.
Untuk saat ini, pengambilan elpiji harus langsung ke Balongan. Tapi nantinya diharapkan di Depot Tanjung Priok akan ada tambahan kargo. (lh/qom)











































