Pemerintah Deteksi Titik Rawan yang Terkena Krisis Global

Pemerintah Deteksi Titik Rawan yang Terkena Krisis Global

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 15:34 WIB
Pemerintah Deteksi Titik Rawan yang Terkena Krisis Global
Jakarta - Badai di pasar global yang memukul hampir seluruh pasar finansial dunia makin diwaspadai pemerintah. Titik-titik yang mungkin mengalami kerawanan terus dideteksi.

"Kami terus melakukan dan terus berkoordinasi untuk menjaga dan situasi ini. Disatu sisi perlu waspada dan membandingkan di tempat-tempat lain bagaimana dampaknya bagi pelaku ekonomi di seluruh dunia, mendeteksi titik-titik yang mungkin mengalami kerawanan," kata Menkeu Sri Mulyani.

Hal itu diungkapkan Menkeu yang juga merangkap Menko Perekonomian usai sidang kabinet yang membahas masalah LNG Tangguh di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi masalah di pasar global itu, lanjut Menkeu, pemerintah akan melakukan antisipasi dan komunikasi dengan pelaku ekonomi sehingga tidak melakukan tindakan yang makin memperburuk situasi.

Diakui Menkeu, penurunan pasar saham dalam negeri dan rupiah juga dialami hampir seluruh pasar dunia yang mengalami pergerakan yang sama.

"Seluruh dunia sedang menghadapi. Kita lihat secara waspada. Kalau saham dilihat dari fundamental. Kalau dilihat dari seluruh dunia selama ini Shanghai, China adalah yang selalu paling bagus dan dia 60 persen jatuh. Kita mengalami koreksi yang dalam, secara regional sudah sampai 30 persen. Dari seluruh Bursa di dunia mengalami pergerakan yang sama," urai Sri Mulyani.

Meski begitu, Menkeu berharap pada akhirnya akan muncul keseimbangan baru yang rasional mengenai tingkat harga yang dianggap wajar dari saham-saham itu.

Bursa saham dunia anjlok setelah muncul sentimen negatif kebangkrutan Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America. Penurunan harga komoditas seperti minyak dan CPO ikut memperburuk pasar saham. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads