Â
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, kedua tim tersebut memiliki kesamaan, yaitu sama-sama dikoordinasi oleh Menko Perekonomian langsung.
"Model ini seperti waktu menangani Cepu. Kita belajar dari Cepu yang juga dikoordinasi Menko. Jadi nggak aneh," katanya usai rapat kerja mengenai subsidi listrik dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Â
Purnomo menambahkan, tim yang dibentuk Presiden ini beranggotakan para eselon 1 dari berbagai instansi. Sementara dirinya akan bertindak sebagai narasumber yang harus siap menyiapkan data dan latar belakang Tangguh. Menurut Purnomo, pada pertemuan kemarin Presiden belum menentukan target ataupun batas waktu proses renegosiasi ini.
"Target belum, Presiden memberikan visi dan misi tim ini. Jadi mereka koordinasi dulu, yang kita inginkan adalah, tapi kami serahkan ke tim saja. Biarkan mereka rapat-rapat dulu," ujarnya.
Â
Ia mengaku saat ini hubungan dengan China masih berlangsung baik. Dalam kontrak memang dikatakan peninjauan ulang harga baru bisa dilakukan 4 tahun setelah komersial berjalan.
Â
"Tapi yang namanya meminta kan boleh-boleh saja meski belum 4 tahun. Ini masuk domain perdata," ujarnya.
(lih/ddn)











































