Purnomo: Harga Minyak Genit Sekali

Purnomo: Harga Minyak Genit Sekali

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 11:50 WIB
Purnomo: Harga Minyak Genit Sekali
Jakarta - Harga minyak belakangan ini naik turun seperti yoyo. Harganya sempat melejit hingga hampir menyentuh US$ 150 per barel dan kemudian turun hingga dibawah US$ 95 per barel.

Bagi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, harga minyak seperti ini terbilang genit. "Harga minyak ini genit sekali, naik turun seperti yoyo," katanya usai raker dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
 
Dengan harga yang sangat fluktuatif seperti ini, belum memungkinkan bagi pemerintah untuk mengurangi harga BBM subsidi.
 
Ia menjelaskan, asumsi harga minyak yang digunakan di APBNP 2008 memang US$ 95 per barel. Tetapi asumsi tersebut merupakan harga minyak Indonesia rata-rata setahun.
 
"Belum ada rencana penurunan harga BBM. Dulu memang asumsi kita US$ 95 per barel. Tetapi dilihat subsidinya berapa, kata kuncinya adalah harga US$ 95 untuk rata-rata setahun. Jadi kalau melorot seperti ini harus dilihat sampai mana melorotnya," ujarnya.
 
Dengan menurunnya harga minyak bukan berarti serta merta harga BBM turun. Melainkan selisih antara harga keekonmoian dan harga BBM alias subsidilah yang mengecil.
 
Purnomo juga menuturkan, untuk 2008 pengendalian kuota BBM subsidi dilakukan salah satunya dengan konversi mimyak tanah ke LPG.
 
Pada program konversi ini, terlihat sekitar 30% minyak tanah yang selama ini didistribusikan Pertamina ternyata diselewengkan.
 
"Di program konversi terlihat, ternyata kebutuhan minyak tanah tidak sebesar yang diperhtiungkan. Dulu kami memperhitungkan elpiji yang dibutuhkan untuk konversi adalah 50% dari minyak tanah yang mau ditarik. Ternyata sekarang lebih kecil, hanya butuh 0,2 (20%). Artinya ada penyalahgunaan," ujarnya.

Sementara harga minyak di pasar Asia pada perdagangan Rabu (17/9/2008) mengalami rebound setelah kekacauan pasar modal sedikit meredam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak untuk jenis light sweet di New York pada pengiriman Oktober naik US$ 2,85 menjadi US$ 94 per barel. Sebelumnya harga minyak jenis light sweet sempat jatuh US$ 4,56 menjadi US$ 91,15 per barel.

Sedangkan harga minyak jenis Brent North Sea pengiriman November naik US$ 3,33 menjadi US$ 92,55 per barel. Sehari sebelumnya harga minyak di London ini turun US$ 3,16 menjadi US$ 89,22 per barel.
(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads