Billy Sindoro Bukan Presdir First Media Sejak 13 Juni

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 14:16 WIB
Jakarta - Pengusaha Billy Sindoro yang ditangkap bersama anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Iqbal karena kasus dugaan suap Rp 500 juta ternyata sudah tidak menjabat sebagai presiden direktur (presdir) PT First Media Tbk (KBLV) sejak 13 Juni 2008.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip detikFinance, Rabu (17/9/2008) menyebutkan, Presdir PT First Media Tbk saat ini adalah Krishnadi Kartawidjaja yang menjabat sejak 13 Juni 2008. Sebelumnya memang Billy pernah menjabat posisi tertinggi di perusahaan multimedia itu.

Terakhir Billy tercatat sebagai komisaris independen Bank Lippo. Namun Bank Lippo kini sedang dalam proses merger dengan Bank Niaga dan memiliki susunan direksi baru tanpa ada nama Billy Sindoro.

Billy juga pernah menjabat Presiden Direktur PT Natrindo Telepon Seluler (NTS), anak perusahaan Lippo dalam bisnis operator seluler. Tapi NTS yang merupakan operator seluler Axis, kini mayoritas sahamnya sudah dimiliki Saudi Telecom Company Maxis Communications.

Billy sendiri merupakan salah satu orang kepercayaan pemilik Lippo Group, Mochtar Riady dan James Riady. Namun Billy kini sudah tidak memiliki jabatan strategis di perusahaan grup Lippo dan lebih banyak bermain di belakang layar.

Sementara President Corporate Affairs PT Direct Vision Halim Mahfudz, ketika dihubungi detikcom, Selasa (17/9/2008) mengatakan memang First Media yang memiliki KabelVision, mempunyai pertalian dengan PT Direct Vision. First Media mempunyai saham 100 persen di PT Ayunda Prima Mitra yang menguasai saham 49 persen di PT Direct Vision.

Namun Halim malah balik bertanya apa kepentingan Billy dengan Direct Vision jika itu menyangkut kasus Liga Inggris.

"Dalam hal pemegang saham ada pertalian. Tetapi dalam hal Liga Inggris, saya nggak tahu. Apa kepentingannya beliau (Billy) itu dengan Direct Vision," kata Halim.

Hingga kini, pihak Lippo Group sendiri belum memberikan pernyataan soal penangkapan pentolan orang Lippo tersebut. Billy ditangkap saat 'bertransaksi' dengan Iqbal di Hotel Aryaduta pada Selasa (16/9/2008) malam. Keduanya ditahan untuk 20 hari ke depan.
(ir/qom)